Kakorlantas Polri Sebut Puncak Arus Balik Lebaran 2021 Belum Terjadi

Oleh Nafiysul Qodar pada 17 Mei 2021, 06:31 WIB
Diperbarui 17 Mei 2021, 09:05 WIB
Kakorlantas
Perbesar
Kepala Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri Irjen Istiono meninjau mudik di Tol Jakarta-Cikampek KM 31 arah Cikampek. (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Istiono menyatakan, puncak arus balik kendaraan yang masuk wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) usai libur Lebaran Idul Fitri 1442 H/2021 M belum terjadi pada akhir pekan ini.

Istiono mengatakan, volume kendaraan yang melintas ke arah Jabodetabek baru mencapai 21.000 unit pada akhir pekan ini. Padahal biasanya jumlah kendaraan arus balik lebih dari angka tersebut.

“Untuk biasanya arus balik di atas 60 ribu (kendaraan). Kita lihat nanti perkembangannya,” kata Istiono, Minggu (16/5/2021).

Istiono sempat memantau kesiapsiagaan petugas di Pos Penyekat KM 34 Tol Cikampek-Jakarta yang didampingi Kabag Ops Korlantas Polri Kombes Pol Rudy Antariksawan, dan Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo.

Berdasarkan statistik, Istiono mengatakan, volume kendaraan dari Jawa Tengah yang masuk Jabodetabek pada musim arus balik lebaran 2020 menurun sebesar 52 persen, dari Jabar menurun 56 persen, dan dari Sumatera menuju Jabodetabek menurun 73 persen.

Dari hasil data tersebut, Istiono memperkirakan puncak arus balik Idul Fitri 1442 berpotensi terjadi pada akhir pekan depan.

Lebih lanjut, Istiono mengatakan, penurunan volume kendaraan yang memasuki wilayah DKI Jakarta dipengaruhi Aparat Sipil Negara (ASN), TNI, Polri dan karyawan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang patuh untuk tidak mudik.

“Penurunan angka pemudik indikasi kepatuhan ASN, TNI dan Polri yang tidak melakukan mudik,” katanya dikutip dari Antara.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

42.307 Kendaraan ke Arah Wisata Diputar Balik

Kendaraan Tanpa Dilengkapi Dokumen Diputar Balik di Jalan Alternatif Parung
Perbesar
Petugas memutar balik kendaraan yang tidak dilengkapi dokumen di check point penyekatan arus mudik di kawasan Pasar Mudik, Bogor, (7/5/2021). Penyekatan pemudik pada jalur alternatif Parung diberlakukan jelang Lebaran guna mengantisipasi risiko peningkatan kasus COVID-19. (merdeka.com/Arie Basuki)

Sementara itu, Kakorlantas juga menyampaikan bahwa kendaraan yang diputarbalikkan agar tidak terjadi kerumunan massa pada sejumlah konsentrasi wisata sebanyak 42.307 unit.

“Saya harapkan masyarakat benar-benar paham kondisi itu karena petugas di lapangan sudah bekerja keras, sudah maksimal untuk menekan penyebaran COVID-19,” ucap Istiono.

Sebelumnya, Korlantas Polri memperketat pemeriksaan setiap kendaraan yang memasuki wilayah Jabodetabek pada arus balik lebaran 2021 dengan mendirikan 109 pos pemeriksaan untuk menggelar tes antigen secara acak yang bertujuan menekan kasus COVID-19.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Mudik Lebaran 2021 dan Siasat Warga

Infografis Larangan Mudik Lebaran 2021 dan Siasat Warga. (Liputan6.com/Trieyasni)
Perbesar
Infografis Larangan Mudik Lebaran 2021 dan Siasat Warga. (Liputan6.com/Trieyasni)
Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓