Ketua DPR Puan Maharani Gelar Salat Idul Fitri di Rumah Dinas

Oleh Liputan6.com pada 13 Mei 2021, 12:57 WIB
Diperbarui 13 Mei 2021, 12:57 WIB
Rapat Paripurna Masa Sidang IV DPR
Perbesar
Ketua DPR Puan Maharani berpidato pada Rapat Paripurna DPR RI Ke-16 Masa Persidangan IV Tahun Sidang 2020-2021 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (9/4/2021). Rapat juga membahas pembentukan kementerian baru. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani melaksanakan salat Idul Fitri 1442 Hijriah di Rumah Dinas Ketua DPR, Jakarta (Kamis (13/5/2021). Puan melaksanakan salat berjemaah bersama keluarga dan para staf yang bekerja di rumah jabatan Ketua DPR RI.

Puan Maharani terlihat mengenakan mukena berwarna putih dan khusyuk melaksanakan salat Idul Fitri.

Salat berjemaah ini menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 secara ketat, seperti menggunakan masker dan menjaga jarak.

Politikus PDIP ini mengajak masyarakat merayakan Idul Fitri dengan saling memaafkan dan berbagai dengan sesama.

Puan mengatakan, momen Idul Fitri adalah saat yang tepat menguatkan solidaritas bangsa, saling membantu khususnya di tengah pandemi Covid-19.

"Merayakan Idul Fitri sambil berbagi kebahagiaan dengan saudara-saudara di sekeliling kita, terutama mereka yang terdampak pandemi," kata Puan.

 

2 dari 3 halaman

Puan Minta Pemda Tracing Pemudik yang Menerobos Pos Penyekatan

Ketua DPR RI Puan Maharani meminta pemerintah daerah melakukan tracing pemudik yang menerobos penyekatan di beberapa titik larangan mudik. Hal itu disampaikan Puan saat meninjau Tol Cikampek, di Cikarang Barat, Jawa Barat, Rabu (12/5/2021).

"Kami memantau yang terjadi di lapangan, termasuk kabar ribuan pemudik yang melewati batasan mobilitas selama berlakunya aturan peniadaan mudik. Saya mengingatkan agar disiapkan prosedur dan antisipasinya jika akhirnya ada semacam arus balik pergerakan dari orang-orang yang lolos itu," kata Puan.

Dia mengaku khawatir setelah mendengar hasil tes random yang dilakukan pemerintah terhadap pemudik seiring dengan pengetatan yang dilakukan Polri di 381 lokasi serta Operasi Ketupat. Dari 6.742 pemudik yang dites, 4.123 di antaranya terkonfirmasi positif.

Sebanyak 4.123 pemudik yang terkonfirmasi positif Covid-19 itu, kata Puan, harus dilacak keberadaannya guna memutus rantai penyebaran virusnya.

"Saya harap pemerintah daerah bergerak penuh melakukan tracing terhadap orang-orang ini," ucapnya

"Ini angka yang sangat tinggi dan perlu dilacak benar-benar. Kita perlu tahu posisi mereka sekarang di mana? Ke mana mereka setelah dinyatakan hasil tes-nya positif, apakah diisolasi atau kembali bergerak?" sambung Puan.

Selain melakukan tracing, Puan meminta pemerintah menyiapkan fasilitas kesehatan dan tenaga kesehatan untuk mengantisipasi gelombang peningkatan kasus Covid-19 usai Lebaran nanti.

"Kita tidak ingin terjadi peningkatan jumlah kasus Covid-19 pasca lebaran, tetapi kita harus selalu siap," ungkapnya.

 

Reporter: Ahda Bayhaqi

Sumber: Merdeka.com

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Deliput Lebaran di Rumah Aja
Perbesar
Obrolan Lili dan Putra himbauan Lebaran di Rumah Aja
Lanjutkan Membaca ↓