Anggota Komisi I DPR Minta TNI Waspada di Balik Kapal Perang China Geruduk Indonesia

Oleh Yopi Makdori pada 12 Mei 2021, 10:45 WIB
Diperbarui 12 Mei 2021, 10:45 WIB
Kapal Angkatan Laut China (People Liberation Army Navy) yang tiba di Perairan Bali, Minggu (2/5/2021),  untuk membantu Indonesia mengevakuasi kapal selam KRI Nanggala 402 yang tenggelam pada 21 April lalu. (Ist)
Perbesar
Kapal Angkatan Laut China (People Liberation Army Navy) yang tiba di Perairan Bali, Minggu (2/5/2021), untuk membantu Indonesia mengevakuasi kapal selam KRI Nanggala 402 yang tenggelam pada 21 April lalu. (Ist)

Liputan6.com, Jakarta Anggota Komisi I DPR RI, Sukamta mengingatkan Kementerian Pertahanan (Kemenhan), TNI, BAIS dan stakeholder terkait pertahanan untuk mewaspadai tujuan di balik kapal-kapal perang China yang geruduk Indonesia beberapa waktu terakhir.

Salah satunya dalam pencarian tenggelamnya Kapal Selam KRI Nanggala 402 di perairan Bali, dimana Pemerintah Indonesia turut mendapatkan bantuan dari China. Hal ini menyusul juga adanya latihan bersama antara pasukan Angkatan Laut China dengan Indonesia.

Sukamta memamparkan beberapa kejadian yang relevan terkait keamanan dan data laut Indonesia sehingga kewaspadaan harus ditingkatkan dalam situasi apa pun.

"Beberapa kali kita menemukan sea glider yang di duga milik China tanpa izin diduga sedang mengumpulkan data laut Indonesia. Ini hanya beberapa yang ketahuan yang tidak ketahuan bisa jadi lebih banyak," dalam keterangannya, Selasa, 11 Mei kemarin.  

Menurut Wakil Ketua Fraksi PKS DPR ini setiap pergerakan militer asing harus diwaspadai tak terkecuali ketika operasi kemanusiaan, termasuk bantuan Angkatan Laut China kepada Indonesia  dalam penanganan KRI Nanggala 402. 

"Dua kapal yaitu Xing Dao-863 dan Ocean Tug Nantuo-185 merupakan kapal penyelamat dan pengangkat kapal, sehingga tepat ketika membantu pengangkatan Nanggala 402. Namun, kapal Scientific Salvage Tan Suo 2 merupakan kapal penelitian ilmiah yang beroperasi di bawah Institut Sains dan Teknik Laut Dalam dari Akademi Ilmu Pengetahuan Cina patut diwaspadai," tekannya.

Kapal ini, menurut Sukamta bisa menjalankan tugas ganda yaitu membantu pengangkatan Nanggala 402, sekaligus mengumpulkan data tentang laut Indonesia.

2 dari 3 halaman

Latihan Perang Antara TNI AL dan Angkatan Laut China

Sukamta juga memberikan catatan terkait dengan adanya latihan kapal perang bersama antara TNI Angkatan Laut Indonesia dengan Angkatan Laut China.

Latihan bersama merupakan hal penting untuk saling memahami dan komunikasi antar negara. Namun, ia mengingatkan apakah latihan kapal perang ini akan memberikan pemahaman ketika kelak masing-masing pihak bertugas menjaga perbatasan wilayah laut negara? 

"Atau latihan ini membuka peluang pengumpulan data-data tentang laut dan kekuatan alutsista Angkatan Laut Indonesia?" 

Sebagai informasi kapal yang digunakan oleh Angkatan Laut China dalam latihan bersama dengan TNI AL adalah kapal perang Liuzhou 573 (FFGHM) dan Suqian 504 (FSGHM). Keduanya merupakan jenis kapal untuk patroli laut dan seringkali ditemukan melanggar batas di Laut Natuna. 

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓