Waketum MUI: Kepergian Ustaz Tengku Zulkarnain Membuat Banyak Orang Sedih dan Kehilangan

Oleh Lizsa Egeham pada 10 Mei 2021, 23:21 WIB
Diperbarui 10 Mei 2021, 23:21 WIB
MUI Beri Fatwa Syariah Pada Proses dan Layanan Jasa KSEI
Perbesar
Sekretaris Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI), Anwar Abbas memberikan sambutan saat penyerahan Fatwa Syariah kepada PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) terkait proses bisnis dan layanan jasa di Gedung Bursa Efek Indonesia, Senin (1/4). (Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (Waketum MUI) Anwar Abbas mengaku terkejut atas meninggalnya Ustaz Tengku Zulkarnain pada Senin (10/5/2021) di Rumah Sakit Tabrani, Riau. Pasalnya, dirinya masih berkontak melalui WhatsApp pada 5 Mei 2020 sehingga menduga Ustaz Tengku Zulkarnain masih dalam kondisi sehat.

"Tapi malam ini takdir yang telah ditetapkan Tuhan sudah menimpa diri beliau karena seusai azan Maghrib dan waktu berbuka beliau sudah dipanggil oleh Allah SWT karena Covid-19," kata Anwar dalam siaran persnya, Senin.

Dia menyebut Ustaz Tengku Zulkarnain merupakan sosok ulama yang sangat baik dan konsisten di jalur dakwah. Bahkan, Ustaz Tengku Zulkarnain tak hanya berdakwah ke daerah perkotaan di penjuru tanah air, namun juga ke pelosok negeri yang terasing hingga berbagai negara.

"Kepergian beliau telah membuat banyak orang bersedih karena merasa kehilangan sosok ulama ustadz dan Da'i yang mereka sayangi dan kagumi," ucapnya.

Setidaknya, kata Anwar, Ustaz Tengku Zulkarnain sudah berkunjung ke lebih 20 negara yang untuk kepentingan dakwah. Dalam berdakwah, Tengku Zulkarnain dikenal sebagai seorang ustaz yang berbicara blak-blakan dan menyampaikan masalah apa adanya.

"Oleh karena itu banyak orang yang senang tapi juga banyak orang yang tidak suka," ujar Anwar.

 

Meninggal di Akhir Bulan Ramadan

Kendati begitu, dia menilai Ustaz Tengku Zulkarnain beruntung meninggaldi hari-hari mendekati berakhirnya bulan suci Ramadhan dan meninggal karena wabah Covid-19. Sebab, orang yang meninggal karena wabah, maka matinya syahid menurut Nabi Muhammad SAW.

"Jadi dalam kesimpulan saya, beliau kembali menghadap Allah SWT dalam keadaan bersih dari dosa dan kematian yang beliau alami jelas-jelas masuk ke dalam kategori mati yang sangat-sangat dihormati dan dimuliakan oleh Allah SWT," tuturnya.

"Untuk itu saya memohon dengan sangat kepada semua pihak agar dapat memaafkan dosa dan kesalahan beliau kalau ada agar kepergiannya menghadap Allah SWT benar-benar bersih dari dosa baik kepada Allah SWT maupun kepada sesama," sambung Anwar Abbas.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓