Pemerintah Targetkan Suntik Vaksin Covid-19 1 Juta Dosis Sehari di Bulan Juni

Oleh Liputan6.com pada 10 Mei 2021, 17:07 WIB
Diperbarui 10 Mei 2021, 17:07 WIB
Dukung Percepatan Vaksinasi Covid-19, dengan Layanan Drive Thru
Perbesar
Pengemudi Gojek melakukan vaksin di Surabaya, Jawa Timur (27/03/2021). Allianz Life Syariah berkolaborasi dengan Halodoc dan Gojek Indonesia menyediakan Pos Pelayanan Vaksinasi COVID-19 guna mendukung pemerintan dalam program percepatan vaksinasi. (Liputan6.com/Pool)

Liputan6.com, Jakarta Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebut, pemerintah berencana menggecarkan vaksinasi Covid-19 setelah Lebaran. Dia menuturkan, pemerintah menargetkan untuk menyuntikkan 1 juta dosis vaksin perhari pada bulan Juni.

"Kita mulai genjot lagi. Karena jumlah stok vaksinnya sudah cukup di bulan Mei sesudah lebaran segera kita genjot lagi vaksinasinya untuk bisa naik, kalau bisa kita coba menyentuh 1 juta per hari di bulan Juni karena kapasitas vaksinnya kita sekarang sudah cukup," kata Budi dalam akun sekretariat presiden, Senin (10/5/2021).

Dia menambahkan, pemerintah menembus angka 10 juta vaksinasi sejak 13 Januari sampai 26 Maret 2021. Kemudian, hingga bulan April meningkat menjadi 20 juta vaksinasi Covid-19.

"Jadi Bapak Ibu kita menembus angka 10 juta sejak 13 Januari itu di 26 Maret. kita cross 10 juta. Kita menembus angka 20 juta itu di tanggal 30 April jadi dalam sebulan kita bisa naik 10 juta," jelas Budi.

Budi melanjutkan, ada sejumlah provinsi yang berhasil memvaksinasi di atas 10 persen total populasi. Yaitu Jogjakarta, DKI Jakarta dan Bali. Pemerintah juga akan menambahkan vaksin Covid-19 tambahan untuk 3 provinsi tersebut.

"Sehingga mereka secara bertahap sudah mulai dibuka untuk suntikan golongan masyarakat umumnya dan mudah-mudahan ini bisa menjadi motivasi untuk provinsi-provinsi lain segera suntik lansianya segera cepat," kata Budi.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Kesiapan Rumah Sakit

Budi Gunadi Sadikin mengatakan, pemerintah telah melakukan antisipasi lonjakan kasus Covid-19, setelah mudik Lebaran 2021. Salah satunya, memastikan ketersediaan tempat tidur di rumah sakit untuk pasien Covid-19.

"Lebaran sudah dekat dan tugas kami adalah mempersiapkan kondisi terburuk. Saya merasa dan berharap Insyaallah ini tidak terjadi. Tapi, toh kalaupun terjadi peningkatan penularan kita ingin melakukan antisipasi agar kita tidak kaget dan cukup fasilitasnya," kata Budi dalam konferensi pers di Youtube Sekretariat Presiden, Senin (10/5/2021).

Dia menyampaikan, saat ini total tempat tidur di rumah sakit seluruh Indonesia sekitar 390.000. Dari jumlah itu, pemerintah menyiapkan 70.000 tempat tidur untuk isolasi pasien Covid-19.

Sementara itu, tempat tidur di ICU secara nasional ada 22.000. Adapun 7.500 tempat tidur di ICU dipersiapkan untuk pasien Covid-19. Budi menuturkan jumlah ini masih tiga kali lebih besar daripada kapasitas yang telah terpakai.

"Yang ditempati sekarang untuk tempat tidur isolasi adalah 23.000 dari kapasitas 65.000 sampai 70.000. Jadi kita masih punya room sekitar 40 ribu lagi atau masih sekitar hampir 200 persen atau dua kali lipat dari keterisian pasien Covid sekarang," kata Budi.

 

Reporter: Genanta Saputra/Merdeka.com

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓