Soal Bipang Ambawang, Ngabalin: Setiap Pidato Presiden Telah Melalui Penelitian

Oleh Lizsa Egeham pada 09 Mei 2021, 20:58 WIB
Diperbarui 09 Mei 2021, 20:58 WIB
20161103- Seruan Ali Mochtar Ngabalin Terkait Aksi 4 November--Jakarta- Faizal Fanani
Perbesar
Bakomubin akan menuntut diperiksanya Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atas perkataannya yang dinilai menistakan agama Islam pada 4 November 2016, Jakarta, Kamis (3/11). (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta Tenaga Ahli Kantor Staf Presiden Ali Mochtar Ngabalin menilai tak ada yang salah dari pidato Presiden Jokowi yang memperkenalkan kuliner khas Kalimantan, Bipang Ambawang.

Dia mengatakan bahwa setiap materi pidato Presiden selalu melalui tahapan yang ketat, sebelum akhirnya keluar dari mulut Jokowi.

"Tidak mungkin ada satu pernyataan Presiden keluar tanpa melalui satu seleksi atau penelitian. Karena kalimat-kalimat dan diksi-diksi yang disampaikan oleh Bapak Presiden kan untuk kepentingan publik dan seluruh rakyat Indonesia," ujar Ngabalin saat dihubungi Liputan6.com, Minggu (9/3/2021).

"Tidak gampang lho kalau sampe Presiden bisa ngomong itu berarti melalui satu tahapan seleksi yang luar biasa. Sampe Presiden ngomong lho itu," sambungnya.

Dia menjelaskan naskah pidato yang akan dibaca oleh Presiden biasanya sudah melalui tahapan izin dari Kementerian Sekretariat Negara. Ngabalin menuturkan tim komunikasi Presiden juga menelaah setiap kata, diksi, narasi yang ada di setiap pidato Jokowi.

"Kan tidak mungkin kami-kami ini tidak mengerti untuk satu teks itu dibaca oleh Bapak Presiden. Tidak gampang," ucapnya.

Menurut dia, tujuan pidato Jokowi yang memperkenalkan kuliner Indonesia yakni, untuk mendorong masyarakat berbelanja di UMKM. Pasalnya, UMKM merupakan salah satu satu sektor yang dinilai dapat kembali membangkitkan ekonomi nasional.

"Saya mau bilang, bahwa mari kita baca pelan-pelan. Kita dengar dengan pikiran dan hati yang baik dengan tetap punya positive thinking apa yang dimaksudkan oleh Bapak Presiden," jelas Ngabalin.

 

2 dari 3 halaman

Konteks Mudik Lebaran

Presiden Joko Widodo (Jokowi)
Perbesar
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan kita tidak boleh menyepelekan yang namanya COVID-19 dalam pernyataannya pada Minggu, 2 Mei 2021. (Biro Pers Sekretariat Presiden)

Sebagai informasi, Bipang sendiri merupakan makanan yang bahan utamanya adalah daging babi muda. Karena cita rasanya yang khas, bipang akhirnya dikemas dan dijadikan makanan oleh-oleh di Pontianak.

Dalam video yang beredar, sebenarnya konteks utuhnya yaitu Presiden Jokowi mengajak masyarakat untuk tidak mudik. Jika rindu akan makanan kampung halaman, Jokowi mengajak masyarakat untuk membelinya secara online dan bisa dijadikan sebagai bingkisan lebaran.

Tidak hanya Bipang Ambawang, Jokowi juga menyebutkan Gudeng Jogja, Bandeng Semarang, Siomay Bandung, Pempek Palembang, dan berbagai kuliner nusantara lainnya.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓