Virtual Police Program 100 Hari Kapolri Tegur 419 Akun Media Sosial

Oleh Nanda Perdana Putra pada 08 Mei 2021, 16:57 WIB
Diperbarui 08 Mei 2021, 16:57 WIB
Banner Infografis Mekanisme Virtual Police Awasi Pengguna Media Sosial. (Liputan6.com/Trieyasni)
Perbesar
Banner Infografis Mekanisme Virtual Police Awasi Pengguna Media Sosial. (Liputan6.com/Trieyasni)

Liputan6.com, Jakarta - Program 100 hari pertama Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit PrabowoVirtual Police tercatat telah memberikan teguran dan peringatan kepada 419 akun media sosial yang dinilai telah melakukan pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Dirtipid Siber Bareskrim Polri Brigjen Pol Slamet Uliandi menyampaikan, data tersebut terhitung sejak 23 Februari sampai dengan Senin, 3 Mei 2021.

"Sebanyak 274 konten lolos verifikasi," tutur Slamet dalam keterangannya, Sabtu (8/5/2021).

Menurut Slamet, konten sosial media yang lolos verifikasi artinya memenuhi unsur dugaan tindak pidana yakni ujaran kebencian berdasarkan SARA. Sementara dari 419 akun, ada 98 konten yang tidak lolos verifikasi alias bebas dari dugaan tindak pidana.

"47 konten masih dalam proses verifikasi," jelas dia.

 

2 dari 3 halaman

Media Sosial yang Banyak Terima Teguran

Terkait platform media sosial yang paling banyak menerima teguran virtual police, lanjut Slamet adalah Twitter dengan 215 akun, Facebook 180 akun, Instagram 14 akun, dan YouTube sembilan akun.

"Kemudian ada 47 konten dihapus, 120 diajukan untuk diblokir, dan empat lagi masih menunggu. Berdasarkan 106 peringatan yang berhasil dikirim, terdapat 49 akun yang mematuhi imbauan, 46 akun yang tidak mematuhi imbauan, 11 akun belum merespon peringatan," Slamet menandaskan.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓