Perhatian Purnawirawan TNI untuk Keluarga Awak KRI Nanggala-402

Oleh Nanda Perdana Putra pada 07 Mei 2021, 11:11 WIB
Diperbarui 07 Mei 2021, 11:11 WIB
Momen Haru Acara Tabur Bunga Bagi Awak KRI Nanggala-402
Perbesar
KSAL Laksamana TNI Yudo Margono melempar karangan bunga ke laut pada Upacara Tabur Bunga di geladak heli KRI Dr. Soeharso 990 di perairan utara Pulau Bali, Bali, Jumat (30/4/2021). Upacara sebagai penghormatan terakhir bagi awak KRI Nanggala 402 yang gugur dalam medan tugas. (Juni Kriswanto/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Perhatian masyarakat Jawa Timur atas tenggelamnya kapal selam KRI Nanggala-402 mengalir deras. Termasuk kepada keluarga awak kapal yang ditinggalkan.

Berbagai elemen masyarakat bekerja sama meringankan duka, termasuk purnawirawan TNI dan para pengusaha.

Penggalangan dana untuk keluarga korban tenggelamnya kapal selam KRI Nanggala-402 pun dilakukan hingga terkumpul Rp 720 juta.

Santunan itu kemudian diserahkan melalui pihak TNI AL, dalam hal ini Panglima Koarmada II Laksda TNI ING Sudihartawan.

Laksda TNI (Purn) Bambang Darjanto yang merupakan pimpinan PT Indadi Setia turut serta bersama tiga perusahaan lainnya untuk mengumpulkan dana bantuan, yakni PT Trias Sentosa, PT Panggung Electric Citrabuana, dan PT ALP Petro Industry.

"Penyampaian donasi ini juga merupakan bentuk dukungan kami kepada Armada Timur," tutur Bambang dalam keterangannya, Jumat (7/5/2021).

Sebagai mantan prajurit TNI, kata Bambang, pihaknya tetap berupaya memberikan perhatian meski tidak lagi bertugas. Baik lewat jalur institusi TNI maupun Kementerian Pertahanan.

"Sumbangan ini merupakan bentuk peduli asih kami sebagai perusahaan yang ada di Jawa Timur untuk para awak kapal yang mayoritas adalah warga Jatim juga. Kami berterima kasih juga kepada Bapak Panglima Koarmada II yang telah bersedia menerima dan menyampaikan peduli asih ini," sambung Direktur Utama Trias Sentosa, Sugeng Kurniawan.

 

2 dari 4 halaman

Aksi Doa Bersama

Momen Haru Acara Tabur Bunga Bagi Awak KRI Nanggala-402
Perbesar
Keluarga awak KRI Nanggala 402 menghadiri Upacara Tabur Bunga Tabur Bunga dari geladak Helly KRI Dr Soeharso-990 di perairan utara pulau Bali, Jumat (30/4/2021). Kegiatan yang diikuti dari 53 keluarga awak KRI Nanggala 402 yang tenggelam itu diwarnai suasana haru dan kesedihan. (Juni Kriswanto/AFP)

Sebelumnya, sejumlah warga Solo melakukan aksi doa bersama dan memberikan penghormatan terakhir kepada seluruh prajurit laut awak kapal selam KRI Nanggala 402 yang telah gugur saat bertugas, yang digelar di depan Plaza Manahan Solo.

Warga Solo yang melakukan aksi tersebut salah satunya purnawirawan anggota TNI Angkatan Darat (AD), Partika Subagyo Lelono bersama mahasiswa Politehnik Akbara Surakarta, juga membawa poster bertulisan, "Korbarkan Semangat Juang Bela Negara dan Benahi Alutsista", dan "Indonesia berduka Selamat Jalan Kusuma Bangsa Prajurit-Prajurit Samodra KRI Nanggala-402".

Partika Subagyo Lelono selaku koordinator aksi mengatakan pihaknya mewakili masyarakat Solo bersama mahasiswa dari Politehnik Akbara Surakarta dan mantan purnawirawan TNI menyampaikan duka cita sedalam-dalamnya atas tragedi gugurnya prajurit laut awak kapal selam KRI Nanggala-402.

"Semoga para prajurit laut awak kapal selam Nanggala 402 yang gugur diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa. Insya Allah prajurit laut Nanggala 402 menjadi pasukan abadi menjaga laut Indonesia seterusnya, dan lebih kuat," kata Subagyo, dikutip Antara.

Selain itu, Subagyo juga menyampaikan pesan agar pengadaan alutsista agar diperbaharui.

"Para prajurit mempunyai modal semangat harus didukung alutsista yang modern agar bangsa ini, lebih kuat," kata Subagyo yang biasa dikenal, Kopral Bagyo itu.

Setelah melakukan doa bersama dan penghormatan para prajurit laut yang telah gugur saat bertugas, mereka kemudian membubarkan diri dengan tertib.

Kapal selam KRI Nanggala-402 dinyatakan hilang kontak (submissed), pada Rabu (21/4) dini hari di Laut Bali, ketika menyelam untuk latihan menembakkan torpedo. Setelah kejadian, upaya pencarian dilakukan berpacu dengan waktu 72 jam, perkiraan habisnya oksigen di dalam kapal. Namun hingga tenggat waktu lewat, Sabtu, 24 April 2021, otoritas menaikkan status KRI Nanggala-402 menjadi tenggelam (subsunk).

Selain itu, Panglima TNI Hadi Tjahjanto, juga menyatakan seluruh awak kapal selam KRI Nanggala-402 meninggal, setelah mendeteksi citra bawah air, tepatnya di kedalaman 838 meter, pada Mingg, 25 April 2021.

3 dari 4 halaman

Hilangnya Kapal Selam KRI Nanggala 402

Infografis Hilangnya Kapal Selam KRI Nanggala 402. (Liputan6.com/Trieyasni)
Perbesar
Infografis Hilangnya Kapal Selam KRI Nanggala 402. (Liputan6.com/Trieyasni)
4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓