Propam Polri Siapkan Sidang Etik Brigjen Prasetijo Utomo

Oleh Yopi Makdori pada 06 Mei 2021, 06:46 WIB
Diperbarui 06 Mei 2021, 06:46 WIB
FOTO: Kasus Red Notice Djoko Tjandra, Prasetijo Utomo Dituntut 2 Tahun 6 Bulan Penjara
Perbesar
Terdakwa kasus dugaan suap penghapusan red notice atas nama Djoko S Tjandra, Brigjen (Pol) Prasetijo Utomo (kanan) saat menjalani sidang pembacaan tuntutan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (8/2/2021). Prasetijo Utomo dituntut 2,5 tahun penjara, denda Rp 100 Juta. (Liputan6.comHelmi Fithriansyah)

Liputan6.com, Jakarta - Divisi Propam Polri tengah menyiapkan sidang etik bagi mantan Kepala Biro Koordinasi dan Pengawasan (Kakorwas) Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Bareskrim, Brigjen Prasetijo Utomo.

Prasetijo Utomo telah divonis bersalah dalam kasus suap terkait penghapusan red notice terpidana korupsi cessie Bank Bali, Djoko Tjandra. Prasetijo Utomo dijatuhi hukuman 3,5 tahun bui.

"Sedang mempersiapkan perangkat sidang. Ya ketua komisi sidang, anggota, kita sedang ajukan ke Kapolri persiapan sidang," ujar Kadiv Propam Polri, Irjen Ferdy Sambo di Jakarta, Rabu (5/5/2021).

Menurutnya, sidang etik merupakan prosedur yang mesti dilalui bagi anggota Korps Bhayangkara yang terlibat tindak pidana.

"Setiap anggota Polri yang melakukan tindak pidana pasti kita lanjut ke Sidang Etik," paparnya. 

"Kalau ditahan ya ditahan, kalo enggak ya dia akan ada ditempatkan di mana di satuan pembinaan sementara, kalau dia tidak menjalani vonis penjara," sambung dia.

 

2 dari 3 halaman

Vonis Prasetijo Utomo

FOTO: Kasus Red Notice Djoko Tjandra, Prasetijo Utomo Dituntut 2 Tahun 6 Bulan Penjara
Perbesar
Terdakwa kasus dugaan suap penghapusan red notice atas nama Djoko S Tjandra, Brigjen (Pol) Prasetijo Utomo bersiap menjalani sidang pembacaan tuntutan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (8/2/2021). Prasetijo Utomo dituntut 2,5 tahun penjara, denda Rp 100 Juta. (Liputan6.comHelmi Fithriansyah)

Sebelumnya majelis hakim Pengadilan Tipikor memvonis terdakwa Brigjen Prasetijo Utomo 3,5 tahun penjara dan denda Rp 100 juta subsidair 6 bulan kurungan. Vonis tersebut lebih berat ketimbang tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Keputusan tersebut dijatuhkan kepada mantan Kakorwas PPNS Bareskrim Polri berdasarkan pertimbangan dari beberapa keterangan saksi, barang bukti, dan rekam jejak digital yang telah dihadirkan dan menjadi fakta dalam persidangan.

Atas hal itu, Hakim Ketua Muhammad Damis menyatakan bahwa terdakwa Prasetijo telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana secara bersama-sama melakukan tindak pidana korupsi.

"Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa oleh karenanya dengan pidana penjara selama 3 tahun 6 bulan dan pidana denda Rp100 juta subsidair 6 bulan kurungan," kata Damis saat membacakan amar putusan, Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (10/3/2021).

Dalam perkara ini Prasetijo Utomo diputuskan melanggar Pasal 5 ayat 2 juncto Pasal 5 ayat 1 huruf a atau b UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

 

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓