Jokowi Teken Perpres, Ketua Dewan Pengarah BRIN dari BPIP

Oleh Lizsa Egeham pada 05 Mei 2021, 18:38 WIB
Diperbarui 05 Mei 2021, 18:38 WIB
Presiden Jokowi melantik Kepala BRIN, Laksana Tri Handoko
Perbesar
Presiden Jokowi melantik Kepala BRIN, Laksana Tri Handoko. (Dok Setpres)

Liputan6.com, Jakarta Presiden Joko Widodo atau Jokowi menetapkan bahwa susunan organisasi Badan Riset dan Inovasi (BRIN) terdiri dari Dewan Pengarah dan Pelaksana. Adapun Dewan Pengarah nantinya akan diketuai oleh pejabat di Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).

Hal ini tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 33 tahun 2021 tentang Badan Riset dan Inovasi Nasional yang diteken Jokowi pada 28 April 2021. Dewan Pengarah BRIN sendiri terdiri dari, Ketua, Wakil Ketua, Sekretaris, dan Anggota.

"Ketua sebagaimana dimaksud, secara ex-officio berasal dari unsur dewan pengarah badan yang menyelenggarakan Pembinaan Ideologi Pancasila," demikian bunyi Pasal 7 ayat 2 dikutip Liputan6.com dari salinan Perpres, Rabu (5/5/2021).

Saat ini, Ketua Dewan Pengarah BPIP dijabat oleh Megawati Soekarnoputri. Sedangkan, anggota Dewan Pengarah BPIP terdiri dari tujuh orang. Mereka antara lain, Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno, Ahmad Syafii Maarif, Said Aqil Siradj, Sudhamek, Andreas Anangguru Yewangoe, Wisnu Bawa Tenaya, dan Rikard Bangun.

Sementara itu, Wakil Ketua Pengarah BRIN akan diisi oleh unsur profesional dan/atau akademisi. Kemudian, posisi sekretaris dan anggota akan diisi oleh sosok dari kalangan profesional dan/atau akademisi di bidang penelitian, pengembangan, dan penerapan serta invensi dan inovasi ilmu pengetahuan dan teknologi dengan paling banyak 7 orang.

"Dewan Pengarah mempunyai tugas memberikan arahan kepada Kepala dalam merumuskan kebijakan dan penyelenggaraan penelitian pengembangan, pengkajian, dan penerapan, serta invensi dan inovasi menjadi landasan dalam perencanaan pembangunan nasional di segala bidang kehidupan dengan berpedoman pada nilai Pancasila," bunyi Pasal 6.

Jokowi juga memberikan dukungan teknis kepada Dewan Pengarah BRIN dengan pembentukan sekretariat dewan pengarah sebagai bagian dari organisasi sekretariat utama. Sekretariat dewan pengarah bertanggung jawab kepada ketua dewan pengarah dan sekretaris utama.

Dewan Pengarah, Kepala, serta Wakil Kepala BRIN berdasarkan Pasal 54, diangkat dan diberhentikan oleh Presiden. Mereka menjabat satu periode selama lima tahun.

"Masa tugas Dewan Pengarah, Kepala, dan Wakil Kepala berlaku paling lama 1 periode selama 5 tahun dan dapat diangkat kembali hanya untuk 1 periode berikutnya," bunyi pasal 55 Perpres Nomor 33 tahun 2021.

 

2 dari 3 halaman

Lantik Kepala BRIN

Seperti diketahui, Presiden Joko Widodo atau Jokowi melantik Laksana Tri Handoko sebagai Kepala BRIN pada 28 April 2021. BRIN berdiri sendiri sebagai lembaga negara, setelah DPR RI menyetujui peleburan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan Kementerian Riset dan Teknologi dan pembentukan Kementerian Investasi.

Keputusan Presiden Jokowi yang menempatkan BRIN sebagai infrastruktur kemajuan bangsa, mendapat dukungan penuh dari PDI Perjuangan. Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto menyebut keputusan itu sejalan dengan konsep dari para pendiri bangsa.

Hasto juga mengatakan, Megawati merupakan penggagas awal dari BRIN, dengan mengusulkan kepada Presiden Jokowi agar BRIN hadir menjabarkan politik Indonesia Berdikari, dengan memfokuskan diri pada penelitian untuk manusia Indonesia, flora, fauna dan teknologi.

Oleh karena itu, lanjut Hasto, dengan menempatkan BRIN, maka ketentuan peraturan-perundang-undangan yang menempatkan Ketua Dewan Pengarah BPIP ex officio sebagai Ketua Dewan Pengarah BRIN, merupakan keputusan tepat.

"Riset dan inovasi harus digerakkan oleh ideologi bangsa agar Indonesia benar-benar berdaulat, berdikari, dan bangga dengan jati diri kebudayaannya. BRIN adalah babak baru bagi kemajuan Indonesia Raya," tutut Hasto, Senin 3 Mei 2021.

 

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓

Tag Terkait