4 Langkah Jokowi Pulihkan Ekonomi di Masa Pandemi Covid-19

Oleh Liputan6.com pada 05 Mei 2021, 07:01 WIB
Diperbarui 05 Mei 2021, 07:14 WIB
Soal Reshuffle Kabinet Ini Kata Presiden Jokowi
Perbesar
Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan merombak (reshuffle) kembali jajaran kabinet kerjanya. Lalu siapakah yang diganti dan masih bertahan? (Foto: Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta Ekonomi menjadi bidang yang terdampak akibat pandemi Covid-19. Hal tersebut menekan berbagai aspek penunjang yang membuat pertumbuhan ekonomi di Indonesia terhambat.

Menyikapi kondisi tersebut, Presden Joko Widodo atau Jokowi mengajak semua pelaku industri untuk bangkit agar perekonomian Indonesia dapat pulih kembali. Namun, satu catatannya yaitu tetap menjalankan protokol kesehatan. 

"Kita harus juga mendorong agar industri mulai bangkit, para pekerja mulai bekerja, domestic supply side harus ditingkatkan. Tapi semua dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat. Jangan ditawar-tawar menganai hal ini," jelas Jokowi saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional Tahun 2021 di Istana Negara Jakarta, Selasa, 4 Mei 2021. 

Mendesaknya pemulihan ekonomi membuat pemerintah memanfaatkan berbagai faktor penunjang. Salah satunya melakukan reformasi struktural besar-besaraan, yaitu dengan diterbitkannya Undang-Undang Cipta Kerja.

"Harus kita rencakan sejak sejak sekarang bahwa nilai tambah sektor industri harus kita tingkatkan, ketahanan pangan harus meningkat dan pemulihan sektor pariwisata harus berjalan dengan baik." tutur Jokowi.

Berikut 4 pernyataan Presiden Jokowi terkait pemulihan ekonomi dihimpun Liputan6.com:

2 dari 6 halaman

1. Rencana Kerja Pemerintah di 2022 Masih Pemulihan Ekonomi

Pada tahun 2022 mendatang, Jokowi memaparkan bahwa fokus pemerintah masih pada membangun fondasi pemulihan ekonomi.

"Rencana kerja pemerintah di tahun 2022, tahun depan ini masih mengusung pemulihan ekonomi dan reformasi struktural. Harus kita ingat fondasi paling awal pemulihan ekonomi adalah pengendalian Covid-19," ujar Jokowi, Selasa, 4 Mei. 

Menurut dia, pemulihan ekonomi nasional dapat dilakukan dengan mempercepat belanja pemerintah. Khususnya, yang terkait dengan berbagai bentuk bantuan sosial, padat karya, serta mendorong belanja masyarakat.

"Demand side harus diperbesar, sisi permintaan harus diperbesar," ucapnya.

 

3 dari 6 halaman

2. Mengingatkan Kepala Daerah Segera Membelanjakan APBD

Presiden Jokowi mengaku telah mengingatkan para kepala daerah bahwa ada Rp 182 triliun dana APBD yang masih di Bank. Dia menekankan anggaran terus harus segera dibelanjakan untuk memperbesar sisi permintaan dan konsumsi.

"Kita harus juga mendorong agar industri mulai bangkit, para pekerja mulai bekerja, domestic supply side harus ditingkatkan," ujar Jokowi.

Kendati begitu, dia menegaskan bahwa pembukaan industri dan para pekerja yang bekerja harus tetap mematuhi protokol kesehatan. Hal ini untuk mencegah penularan virus Corona.

"Tapi semua dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat, ketat jangan ditawar-tawar mengenai hal ini," jelas dia.

 

4 dari 6 halaman

3. Manfaatkan Green Economy

Jokowi menilai Indonesia harus mendapat manfaat besar dari hutan tropis dan hutan mangrove yang dimiliki. Oleh sebab itu, green economy, green technology, dan green product harus diperkuat agar Indonesia bisa bersaing di pasar global.

"Kita sudah merencanakan ini green industrial park, kawasan industri hijau dan kita siapkan di Kalimantan Utara karena kita ingin memanfaatkan hydro power di Sungai Kayan," tuturnya.

"Ini akan menghasilkan energi hijau, energi baru dan terbarukan yang akan disalurkan ke kawasan industri hijau sehingga muncul produk-produk hijau dari sana. Inilah kekuatan kita ke depan," sambung Jokowi.

Selain itu, dia mengingatkan Indonesia juga mempunyai kekuatan di blue economy yang harus dimanfaatkan. Menurut Jokowi, Indonesia adalah negara terkaya dalam hal keberagaman laut.

"Kita harus memanfaatkan secara bijak anugerah Tuhan ini, mensejahterakan rakyat dengan tetap menjaga alam dan keberlanjutan produksi, sustainable blue econmy harus menjadi agenda yang harus diprioritasikan di seluruh wilayah pantai yang kita miliki," pungkas Jokowi.

 

5 dari 6 halaman

4. Indonesia Harus Jadi Bagian Produsen Teknologi

Presiden Joko Widodo menekankan Indonesia harus menjadi bagian dari produsen teknologi dan menerima manfaat dari perkembangan teknologi yang begitu cepat. Jokowi ingin Indonesia juga mencetak para teknolog yang handal dan mampu bersaing.

"Hati-hati kita jangan hanya menjadi pengguna. Kita jangan hanya menjadi smart digital users, tetapi kita harus mampu mencetak smart digital spesialist, mencetak para teknolog yang handal, yang mampu bersaing, yang kompetitif," kata Jokowi seperti yang ditayangkan di Youtube Sekretariat Presiden.

Dia juga mengatakan Indonesia harus memiliki para digitalprenuer yang dapat mengembangkan kewirausahaan dan lapangan pekerjaan di dalam negeri. Terlebih, penggunaan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini semakin canggih dam akan dimulai konektivitas digital 5G.

Menurut dia, perkembangan teknologi akan membuat pelayanan pemerintahan, pelayanan pendidikan, dan bisnis ritel menggunakan instrumen online atau daring.

Namun, Jokowi menyebut teknologi digital ini akan mempermudah masyarakat untuk mendapatkan data yang dibutuhkan dengan cepat dan akurat.

 

Syauyiid Alamsyah

6 dari 6 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓