Jokowi: Indonesia Harus Mampu Cetak Para Teknolog yang Handal dan Kompetitif

Oleh Lizsa Egeham pada 04 Mei 2021, 12:47 WIB
Diperbarui 04 Mei 2021, 12:47 WIB
Jokowi Pimpin Ratas Penyediaan Rumah untuk ASN,TNI, dan Polri
Perbesar
Presiden Joko Widodo atau Jokowi memimpin rapat terbatas (ratas) di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (7/11). Jokowi miminta pemenuhan perumahan bagi ASN, TNI, dan Polri diperhatikan juga aksesbilitas ke tempat kerja. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi menekankan Indonesia harus menjadi bagian dari produsen teknologi dan menerima manfaat dari perkembangan teknologi yang begitu cepat. Jokowi ingin Indonesia juga mencetak para teknolog yang handal dan mampu bersaing.

Hal ini disampaikan Jokowi saat memberikan sambutan dalam Peresmian Pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional Tahun 2021 di Istana Negara Jakarta, Selasa (4/5/2021).

"Hati-hati kita jangan hanya menjadi pengguna. Kita jangan hanya menjadi smart digital users, tetapi kita harus mampu mencetak smart digital spesialist, mencetak para teknolog yang handal, yang mampu bersaing, yang kompetitif," kata Jokowi seperti yang ditayangkan di Youtube Sekretariat Presiden.

Dia mengatakan Indonesia harus memiliki para digitalprenuer yang dapat mengembangkan kewirausahaan dan lapangan pekerjaan di dalam negeri. Terlebih, penggunaan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini semakin canggih dam akan dimulai konektivitas digital 5G.

Menurut dia, perkembangan teknologi akan membuat pelayanan pemerintahan, pelayanan pendidikan, dan bisnis ritel menggunakan instrumen online atau daring. Namun, Jokowi menyebut teknologi digital ini akan mempermudah masyarakat untuk mendapatkan data yang dibutuhkan dengan cepat dan akurat.

"Ketika kita butuh obat, butuh vaksin, butuh alat-alat kesehatan yang kita butuhkan untuk cepatnya adalah kita butuh teknologi," ucap Jokowi.

 

2 dari 3 halaman

Semua Berbasis Teknologi

Jokowi menyampaikan, saat ini, hampir semua perusahaan merupakan perusahaan teknologi. Di sektor keuangan, kini marak Financial Technology yang mampu mengoperasikan bisnisnya dengan sangat efisien.

"Industri keuangan sudah mulai bergeser menjadi perusahaan yang mengandalkan teknologi dan inovasi. Hati-hati mengenai ini," kata dia.

Kemudian, ada teknologi di dunia kesehatan atau Health Technology yang harus diantisipasi. Dia menilai Health Technology akan semakin berkembang dengan pesat, lebih dari sekedar pemeriksaan atau konsultasi medis jarak jauh.

"Tapi juga pemanfaatan artifisial intelijen (AI) untuk diagnosis, untuk pelaksanaan pengobatan, untuk precision medicine hingga tindakan operasi jarak jauh. Segera ini akan bisa dilakukan dimanapun," tutur Jokowi.

Sementara itu, penggunaan teknologi pendidikan semakin banyak digunakan di masa pandemi Covid-19. Jokowi menuturkan pandemi mengharuskan para siswa dan guru melakukan pembelajaran jarak jauh.

"Layanan pendidikan berbasis daring muncul dimana-mana, akses pembelajaran dapat diperoleh dari berbagai sumber. Peran guru dan sekolah lebih sebagai fasilitator pendidikan untuk memfasilitasi Merdeka Belajar dari anak didiknya," jelas dia.

Jokowi mengatakan perencana pembangunan harus mengantisipasi perkembangan teknologi yang begitu cepat ini. Dia pun mengingatkan para perencana untuk responsif terhadap tantangan dan peluang yang muncul secara cepat yang tak terduga.

"Harus responsif terhadap perkemabngan ilmu pengetahuan dan teknologi. kembalinya ke sini," pungkas Jokowi.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓