Bima Arya Bakal Tutup Pusat Belanja di Bogor Bila Disesaki Pengunjung

Oleh Achmad Sudarno pada 03 Mei 2021, 20:46 WIB
Diperbarui 03 Mei 2021, 22:25 WIB
Wali Kota Bogor Bima Arya meninjau kesiapan mal di wilayahnya menghadapi new normal
Perbesar
Wali Kota Bogor Bima Arya sedang mengecek kesiapan Mal BTM yang mengajukan izin kembali buka, Selasa (9/6/2020). Salah satu mal di Kota Bogor ini tutup selama tiga bulan untuk mencegah penularan Covid-19. (Achmad Sudarno/Liputan6.com)

Liputan6.com, Jakarta Pemerintah Kota Bogor bakal menutup pusat belanja atau mal apabila terjadi lonjakan pengunjung. Kebijakan ini dilakukan untuk mencegah terjadinya kerumunan yang berpotensi penyebaran Covid-19.

"Setiap saat mal di Kota Bogor bisa ditutup, demikian juga untuk pasar bisa diatur penyekatan berupa menutup jalur dan sebagainya untuk mencegah kerumunan,” tegas Wali Kota Bogor Bima Arya, Senin (3/5/2021).

Terkait kebijakan ini, lanjut Bima, pihaknya telah meminta dukungan penuh kepada TNI Polri untuk mengambil tindakan tegas bagi pelaku usaha maupun perorangan yang mengabaikan protokol kesehatan. Penegakan ini guna mengantisipasi potensi dan indikasi lonjakan kedua Corona.

Tak hanya itu, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan PT KAI untuk mengambil langkah seperti meminimalisir warga Bogor yang hendak menuju Pasar Tanah Abang, Jakarta.

Kebijakan yang diambil Pemkot Bogor bukan tanpa alasan. Pasalnya, kasus Covid-19 di Kota Bogor cenderung meningkat dalam sepekan terakhir ini.

Pemerintah pusat juga telah mengingatkan kepada kepala daerah untuk melakukan pengetatan mobilitas warga termasuk protokol kesehatan di daerahnya masing-masing saat pra dan pasca Idul Fitri. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi lonjakan kedua Covid-19 di seluruh daerah, khususnya Kota Bogor.

"Tadi kami mendapat arahan dari Panglima TNI-Kapolri, Mendagri, Jaksa Agung. Intinya mulai terjadi lonjakan Covid-19. Jadi kalau kita lengah, pemerintah, daerah juga lengah, kerumunan dibiarkan, arus mudik tidak diantisipasi, tempat ibadah tidak menjalankan protokol kesehatan, maka ada potensi lonjakan kedua Covid-19," terang Bima.

Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol. Susatyo Purnomo Condro menambahkan, aparatur di wilayah akan memonitor secara berkala pusat belanjaan ataupun pasar tradisional.

Apabila terjadi penumpukan pengunjung maka akan dilakukan penutupan sementara, baik itu pintu masuk mal atau pasar maupun akses jalan menunju pusat belanja tersebut.

"Ini merupakan bagian daripada upaya untuk menekan mobilitas. Kami menghimbau warga Kota Bogor memanfaatkan pusat perbelanjaan terdekat dari lokasi tempat tinggal. Jadi tidak semua harus di pusat kota, karena itu resiko terpapar lebih tinggi," ujarnya.

 

2 dari 3 halaman

Stasiun Tanah Abang

Sementara itu, Kepala Stasiun Bogor Arkansyah mengatakan, mulai Senin ini, perjalanan KRL dari Stasiun Bogor tidak berhenti di Stasiun Tanah Abang dari pukul 13.30 WIB sampai pukul 17.30 WIB.

"Pemberlakuan ini sudah dimulai Senin hari ini sampai batas waktu yang belum bisa ditentukan," kata dia.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓