Gandeng Wirausahawan Agribisnis, Kementan Bekali Milenial dengan Pelatihan

Oleh Liputan6.com pada 03 Mei 2021, 11:24 WIB
Diperbarui 03 Mei 2021, 16:04 WIB
belimbing
Perbesar
Kelompok wirausaha agribisnis P4S Belimbing Artha Mandiri di Desa Bono, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung. (Ist)

Liputan6.com, Jakarta Dalam berbagai kesempatan, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan Kementerian Pertanian (Kementan) terus memfasilitasi generasi muda agar bisa terjun menjadi petani serta wirausaha pertanian.

"Kita fasilitasi mereka, kita tingkatkan pengetahuan dan kemampuan mereka melalui pelatihan. Kita manfaatkan teknologi, alsintan, jejaring hingga jejaring pemasaran. Kita ubah pola pikir generasi muda bahwa pertanian itu keren, hebat, dan satu-satunya sektor yang menjanjikan terlebih di tengah pandemi ini," jelas Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL).

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi juga menyampaikan bahwa untuk mencapai target dan kondisi ideal bagi pemenuhan kebutuhan pangan nasional, maka dituntut tersedianya SDM pertanian yang professional, mandiri, berdaya saing, dan jiwa wirausahawan.

"Untuk itu Kementan melalui BPPSDMP mengupayakan peningkatan kualitas SDM melalui pendidikan dan pelatihan serta didukung oleh program-program utama Kementan lainnya seperti program YESS," papar Dedi.

Untuk mencapai tujuan tersebut, program YESS turut menggandeng sejumlah wirausaha agribisnis. Salah satunya yaitu Udin, Ketua P4S Belimbing Artha Mandiri di Desa Bono, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung.

P4S yang awalnya kelompok tani ini berdiri sejak tahun 2009. Memiliki 50 anggota, P4S Belimbing Artha Mandiri fokus dalam budidaya belimbing.

"Belimbing kami merupakan produk unggulan dari Tulungagung, sekaligus ikon dari desa kami," ujar Pak Udin, Ketua P4S.

P4S ini rutin melalukan diskusi terkait budidaya belimbing. Tidak hanya itu, P4S juga sering melakukan pelatihan budidaya belimbing kepada pemuda setempat kurang lebih 3-4 kali dalam setahun. Tak jarang mahasiswa datang untuk melakukan penelitian atau studi.

"Dulu, 80% penduduk Desa kami adalah TKI. TKI yang sedang kembali biasa kami latih budidaya belimbing. Sekarang, hampir semua penduduk desa kami membudidayakan belimbing. Dan saat ini kami memang menyasar pelatihan pada anak muda, kalau bukan mereka, siapa lagi yang mau meneruskan kami?" ujar Udin.

P4S Belimbing Artha Mandiri mampu memproduksi 8 ton per minggu, akan tetapi setelah pandemi hanya mampu memproduksi 3 ton per minggunya. Pasokan belimbing dipasok ke Jakarta, Depok, Surabaya, Sidoarjo, Solo, dan kota lainnya di Pulau Jawa.

Tak hanya P4S Belimbing Artha Mandiri, Program YESS juga melakukan sinergi dengan P4S Kampung Tani di Kauman, Tulungagung yang memiliki usaha tani wisata edukasi pelatihan. Berdiri pada tahun 1998, P4S ini sudah melakukan berbagai pelatihan, edukasi, dan outbound kepada siswa, mahasiswa, hingga kelompok-kelompok.

Paket pelatihan yang diberikan P4S ini biasanya dilakukan 1-3 hari, sesuai permintaan dari peserta. Materi yang sering diberikan adalah budidaya padi organic, sayuran dataran rendah (kangkung, sawi, daun bawang, dll), pengolahan kompos dan limbah. Pelatihan dilakukan dengan suasana yang menyenangkan seperti menanam padi, membajak sawah dengan kerbau, bermain arung jeram, dan sepak bola lumpur.

2 dari 3 halaman

Melatih Pelajar dan Mahasiswa

Tidak hanya itu, P4S yang diketuai Pak Rofiq ini juga sering memfasilitasi praktik lahan, PKL, dan kunjungan dari siswa SMK pertanian dan mahasiswa fakultas pertanian.

"Setiap tahun ada PKL dari SMK Pertanian maupun Fakultas Pertanian Universitas Kediri. Peserta PKL biasanya 5-10 orang per batch. Bahkan Kami pernah melatih 800 orang dalam 1 hari," ujar Rofiq.

 

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓

Tag Terkait