Polri Evaluasi Operasi Satgas Nemangkawi di Papua Usai Penetapan KKB Sebagai Teroris

Oleh Nanda Perdana Putra pada 03 Mei 2021, 15:07 WIB
Diperbarui 03 Mei 2021, 15:08 WIB
Tim gabungan Polri-TNI menyergap Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), di Kabupaten Timika, Papua yang membuat onar di Bumi Cendrawasih. (dok Polda Papua)
Perbesar
Tim gabungan Polri-TNI menyergap Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), di Kabupaten Timika, Papua yang membuat onar di Bumi Cendrawasih. (dok Polda Papua)

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah resmi menetapkan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua sebagai teroris. Atas dasar hal tersebut, Polri melakukan evaluasi terkait pelaksanaan operasi Satgas Nemangkawi di Tanah Papua.

"Akan dievaluasi untuk aktivitasnya," tutur Asops Kapolri Irjen Imam Sugianto saat dikonfirmasi, Senin (3/5/2021).

Menurut Imam, salah satu yang dibahas adalah gaya dan pola pengejaran Satgas Nemangkawi terhadap KKB Papua. Terlebih, operasi satuan tugas tersebut akan berakhir pada 1 Juni 2021.

"Nanti kita mintakan petunjuk Kapolri dulu," jelas Imam.

Pasukan gabungan TNI dan polisi mulai dikirim ke Ilaga, Kabupaten Puncak guna mengamankan kegiatan masyarakat sekaligus memburu kelompok bersenjata yang sekarang telah ditetapkan sebagai kelompok teroris.

Kepala Satuan Tugas Humas Nemangkawi, Komisaris Besar Polisi Iqbal Alqudusy, mengatakan, kehadiran personel gabungan di wilayah Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak itu sebagai representasi negara di tengah masyarakat setempat.

"Pada Sabtu pagi tadi pasukan TNI dan Polri telah tiba di Distrik Ilaga dalam rangka melakukan pengamanan kegiatan masyarakat maupun pengejaran tehadap KKB yang sekarang ini telah disebut sebagai kelompok teroris," kata Iqbal seperti dikutip dari Antara, Sabtu 1 Mei 2021.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Kepala BIN Daerah Papua Gugur

Ilustrasi Garis Polisi (AFP)
Perbesar
Ilustrasi Garis Polisi (AFP)

Komisaris Besar Polisi Iqbal Alqudusy menyebutkan, pengiriman pasukan TNI dan polisi ke Ilaga itu tidak lepas dari semakin masifnya kelompok bersenjata menebar teror dan kekerasan terhadap masyarakat maupun aparat keamanan.

Puncak dari gangguan keamanan oleh mereka yaitu dengan gugurnya Kepala BIN Daerah Papua, Mayor Jenderal TNI (Anumerta) I Gusti Putu Danny Nugraha Karya di Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, Minggu (25/4/2021).

Sebelumnya kelompok bersenjata di Papua telah membunuh dua orang guru yang bertugas di Distrik Beoga, dan seorang tukang ojek serta seorang pelajar SMA di Distrik Ilaga.

Terbaru, satu personel Brigade Mobil Kepolisian Indonesia atas nama Bhayangkara Satu (Anumerta) I Komang Wira Natha, juga gugur saat kontak tembak dengan kelompok bersenjata di Kampung Makki, Distrik Ilaga Utara, Selasa (27/4/2021).

"Dengan semakin masifnya kelompok ini menebar teror maka mendorong pemerintah mengambil sikap tegas dengan mengganti istilah KKB menjadi teroris," kata Alqudusy.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓