Sekolah Tatap Muka Mulai Juli 2021, Jokowi: Vaksinasi untuk Pendidik Harus Selesai Akhir Juni

Oleh Lizsa Egeham pada 03 Mei 2021, 11:00 WIB
Diperbarui 03 Mei 2021, 11:36 WIB
Jokowi Dialog Ekonomi dengan Para Pelaku Pasar Modal
Perbesar
Presiden Joko Widodo saat dialog ekonomi dengan para pelaku pasar modal di BEI, Jakarta, Selasa (4/7). Dalam dialog tersebut, Jokowi meyakinkan para pelaku pasar modal akan investasi di Indonesia yang tumbuh sangat bagus. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta Presiden Jokowi menargetkan vaksinasi Covid-19 untuk guru dan tenaga kependidikan harus sudah rampung pada akhir Juni 2021. Pasalnya, sekolah akan mulai melakukan pembelajaran tatap muka terbatas pada Juli 2021.

"Yang penting akhir Juni itu vaksinasi untuk pendidik dan tenaga kependidikan harus sudah selesai. Karena nanti (sekolah) tatap muka terbatasnya di bulan Juli kan," kata Jokowi dalam Podcast bersama Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi sebagaimana dilihat di Youtube Sekretariat Presiden, Senin (3/5/2021).

Dia menekankan bahwa para guru dan tenaga kependidikan harus mendapat vaksin Covid-19 agar mencapai herd immunity atau kekebalan komunal. Dengan begitu, para pengajar dapat terlindungi dari penyebaran Covid-19 dan aman saat melakukan sekolah tatap muka terbatas.

"Saya sampaikan ke Menteri Kesehatan beri prioritas dan dengan segala daya dan upaya kita ingin segera mengembalikan anak kita ke sekolah tapi juga jangan catatan harus aman dari Covid," jelasnya.

Kendati begitu, dia mengingatkan pembelajaran tatap muka terbatas harus diselenggarakan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Mulai dari, memakai masker, mencuci tangan dengan rajin, dan menjaga jarak aman.

"Kalau nanti sudah mulai tatap muka terbatas betul-betul secara ketat harus menjalankan protokol kesehatan. Kita evaluasi setiap wilayah seperti apa dan setelah itu kita akan memutuskan lagi kebijakan ke depannya akan seperti apa," tutur Jokowi.

 

2 dari 3 halaman

Tatap Muka dengan Berbagai Pembatasan

Vaksin Bagi Guru Jelang Belajar Tatap Muka Terbatas
Perbesar
Suasana kegiataan vaksinasi Covid-19 massal untuk tenaga pendidik di Teraskota Mall. Tangerang Selatan, Banten, Rabu (28/04/2021). Lebih dari 3000 teanga pengajar ditargetkan mendapatkan vaksinasi. (merdeka.com/Arie Basuki)

Sementara itu, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Makarim menjelaskan bahwa pembelajaran tatap muka terbatas tidak seperti sekolah pada normalnya. Sebab, tidak ada ekstrakulikuler, kapasitas dalam satu kelas harus 50 persen, dan ada sistem rotasi.

Dia menyebut apabila semua guru sudah divaksin, sekolah memang diwajibkan membuka sekolah tatap muka. Namun, Nadiem menegaskan para orang tua tidak diwajibkan mengirim anaknya untuk pergi ke sekolah.

"Haknya ujung-ujungnya itu ada orang tua," ucapnya.

Hanya saja, kata dia, ada beberapa orang tua yang saat ini tidak memiliki pilihan dan mengalami banyak kesulitan. Oleh sebab itulah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mendorong pemerintah daerah dan sekolah untuk melaksanakan vaksinasi dan sekolah tatap muka.

"Sebenarnya tatap muka nya sudah bisa jalan kalau sudah divaksin. Harapannya Juli itu udah hampir semuanya, sudah ada opsi tatap muka. Jadi Insya Allah bisa lebih cepat lagi beberapa sekolah," ujar Nadiem.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓