Pemkab Banyuwangi Buka Beasiswa Studi Semua Agama

Oleh Liputan6.com pada 02 Mei 2021, 23:52 WIB
Diperbarui 02 Mei 2021, 23:55 WIB
Pemkab Banyuwangi Buka Beasiswa Studi Semua Agama
Perbesar
(Foto:Dok.Pemkab Banyuwangi)

Liputan6.com, Jakarta Pemkab Banyuwangi kini membuka program beasiswa strata 1 (S1) bagi anak muda Banyuwangi yang ingin memperdalam ilmu agama. Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menggandeng kampus keagamaan negeri dari berbagai agama.

"Mengawali program ini, kami bekerja sama dengan Universitas Islam Negeri (UIN) KH Achmad Siddiq dan Universitas Hindu Negeri (UHN) I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar. Kemarin sudah tanda tangani kesepakatan kolaborasinya, dan akan kami lanjutkan dengan Institut/Sekolah Tinggi Agama Kristen Negeri, Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri, Sekolah Tinggi Agama Buddha, Sekolah Tinggi Agama Khonghucu Indonesia," kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Minggu (2/5/2021).

Hadir dalam penandatanganan kesepakatan itu Rektor UIN KH Achmad Siddiq Prof Babun Suharto dan Wakil Rektor UHN I Gusti Bagus Sugriwa, Prof I Made Surada.

"Ini adalah perhatian kepada anak-anak muda agar belajar ilmu agama sesuai keyakinannya masing-masing. Yang anak muda Islam ya belajar di UIN, yang Hindu ya belajar di Universitas Negeri Hindu, dan seterusnya. Tentu ini juga bentuk komitmen bahwa kepemimpinan kami adalah kepemimpinan terbuka, kepemimpinan yang menjaga teguh kebhinnekaan," ujar Ipuk yang baru dilantik pada 26 Februari 2021.

Dia mengatakan, beasiswa studi keagamaan ini juga dilengkapi dengan berbagai pendidikan kebangsaan melalui workshop dan outbond, sekaligus sebagai upaya untuk mencegah penyebaran radikalisme.

"Agar ke depan tumbuh generasi muda berkarakter, yang teguh menjalankan agama sekaligus mencintai Indonesia," ujarnya.

Ipuk menambahkan, beasiswa studi agama ini sekaligus melengkapi beasiswa studi berbagai cabang ilmu pengetahuan yang selama ini telah difasilitasi melalui beasiswa Banyuwangi Cerdas, di mana anak-anak muda Banyuwangi bebas belajar apapun dari ilmu eksakta, ilmu sosial, bahkan juga ada beasiswa seni ke Institut Seni Indonesia (ISI) Solo.

Program beasiswa tersebut diberikan bagi anak muda dari keluarga kurang mampu, yatim piatu, dan para penyandang disabilitas berprestasi. Sejak diluncurkan, tak kurang 1.800 mahasiswa Banyuwangi mendapatkan program beasiswa Banyuwangi Cerdas dengan total anggaran lebih dari Rp 30 miliar.

Sementara itu, Rektor UIN KH Achmad Siddiq, Prof Babun Suharto, antusias menyambut kerja sama tersebut.

"Kami siap berkontribusi meningkatkan kualitas SDM anak-anak muda Banyuwangi," ujar Prof Babun.

Prof Babun pun telah menyiapkan berbagai program. "Salah satunya, kami siap menerima mahasiswa dari Banyuwangi melalui jalur prestasi, misalnya untuk studi keagamaan bisa diperuntukkan bagi penghafal Alquran," ujarnya.

Apresiasi juga dilontarkan Prof I Made Surada, Wakil Rektor UHN I Gusti Bagus Sugriwa Bali. Menurut dia, kolaborasi dengan Pemkab Banyuwangi ini bertujuan mulia mencetak generasi muda yang memahami ajaran agama sesuai keyakinan masing-masing, dalam hal kampusnya adalah agama Hindu.

"Dalam istilah kami, ilmu adalah senjata untuk mengarungi kehidupan. Dengan program ini, artinya Banyuwangi sedang membekali warganya dengan senjata yang memang sangat mereka butuhkan," kata Prof Surada. 

 

(*)