Kemenhub Siapkan Kapal Bersubsidi untuk Antar Pekerja Migran Pulang ke Daerah Masing-Masing

Oleh Nila Chrisna Yulika pada 02 Mei 2021, 04:31 WIB
Diperbarui 02 Mei 2021, 04:31 WIB
Raker Menhub Budi Karya dengan Komisi V DPR
Perbesar
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengikuti rapat kerja dengan Komisi V DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (25/1/2021). Rapat kerja tersebut membahas evaluasi pelaksanaan anggaran tahun 2020 serta program kerja Kementerian Perhubungan tahun 2021. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta Kementerian Perhubungan akan menyiapkan kapal bersubsidi untuk mengantarkan pekerja migran Indonesia yang baru tiba dari Malaysia dan Singapura yang saat ini sedang menjalani karantina di Batam, untuk kembali ke daerah asalnya.

"Yang secara umum ingin menggunakan kapal laut dan belum berkemampuan melakukan pergerakan, kami menugaskan kapal yang bersubsidi akan ada di Batam," kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi usai meninjau Pelabuhan Internasional Batam Centre, di Kota Batam Kepulauan Riau, Sabtu (1/5/2021).

Budi Karya mengatakan akan mengumumkan nama kapal dan kapasitasnya pada Minggu, 2 Mei 2021.

Budi Karya pun meminta para PMI yang hendak kembali ke daerahnya dengan pesawat untuk mengecek jadwal penerbangan.

"Kemenhub sepakat menyediakan konektivitas bagi mereka yang memiliki kemampuan dimungkinkan menggunakan pesawat dengan tujuan terjadwal dengan waktu dan tempat yang sudah ditentukan," kata dia seperti dikutip dari Antara.

Budi Kaya menyatakan, ke depannya pekerjaan pemulangan PMI akan semakin berat, karena jumlahnya terus bertambah.

2 dari 3 halaman

700 PMI Dikarantina

Di tempat yang sama, Ketua Satgas Pemulangan PMI Kepri yang juga Danrem 033/ WP Brigjen TNI Jimmy Ramoz Manalu mengatakan, rencananya Kemenhub akan menugaskan Kapal Pelni untuk membantu pemulangan PMI.

"Dalam waktu beberapa hari akan disiapkan Kapal Pelni, yang hari pelaksanaannya akan ditentukan. Kami hanya menyiapkan kapan pulang, ke mana tujuannya," kata dia.

Pihaknya mencatat saat ini masih terdapat sekitar 700 orang PMI yang menjalani karantina di Batam, sebagai upaya memutus mata rantai penularan COVID-19.

"Kalau PMI, yang terdata ada 69 orang yang positif COVID-19," kata dia.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓