4 Fakta Terungkapnya Rekayasa Cerita Babi Ngepet di Depok

Oleh Dicky Agung Prihanto pada 30 Apr 2021, 11:30 WIB
Diperbarui 30 Apr 2021, 11:30 WIB
Adam Ibrahim saat diamankan di Polres Metro Depok terkait rekayasa yang dilakukannya terkait babi ngepet di wilayah Bedahan. (Liputan6.com/Dicky Agung Prihanto)
Perbesar
Adam Ibrahim saat diamankan di Polres Metro Depok terkait rekayasa yang dilakukannya terkait babi ngepet di wilayah Bedahan. (Liputan6.com/Dicky Agung Prihanto)

Liputan6.com, Jakarta - Babi ngepet yang sempat menggegerkan warga Kota Depok dan menjadi topik hangat di media sosial akhirnya terhenti di Polres Metro Depok. Sebab babi ngepet yang menggegerkan Kelurahan Bedahan, Kecamatan Sawangan hanyalah rekayasa Ustad AI (44).

Berikut beberapa fakta terungkapnya cerita rekayasa soal babi ngepet di Depok:

1. Polisi Turun Tangan soal Penangkapan Babi Ngepet

Untuk mengetahui secara detail dugaan babi ngepet yang di tangkap warga, Polsek Sawangan, polisi memeriksa sembilan dari 15 orang yang ikut serta melakukan penangkapan. Ustad AI yang jadi pemimpin penangkapan turut diperiksa.

“Iya, kami sudah melakukan pemeriksaan sembilan orang sekitar pukul 14.00 WIB hingga 24.00 WIB," ujar Kapolsek Sawangan, AKP Rio Mikael Lumban Tobing, Kamis (29/4/2021).

 2. Rekayasa Ustad AI

Setelah memeriksa sembilan orang yang melakukan penangkapan, akhirnya polisi berhasil menemukan benang merah dan menguak babi ngepet merupakan hasil rekayasa. Polisi telah menetapkan satu tersangka, yakni Ustad AI sebagai otak pembuat rekayasa babi ngepet.

Kapolres Metro Depok, Kombes Imran Edwin Siregar mengatakan, babi ngepet yang menjadi perhatian masyarakat, merupakan sebuah kebohongan yang dilakukan sekelompok warga. Hal itu terungkap usai dilakukan pemeriksaan dan telah mengamankan AI (44) sebagai otak kebohongan.

"Sudah ditetapkan satu tersangka yaitu AI karena mengatur rekayasa,” tegas Imran.

 

3. Babi Hutan yang di Beli Secara Online

Ustad AI melakukan rekayasa babi ngepet dengan membeli babi hutan secara online. Menurut Kapolres Metro Depok, Kombes Imran Edwin Siregar, Ustad AI membeli babi dengan cara online melalui situs jual beli hewan.

“Tersangka beli dengan online sebesar Rp 900 ribu dan menambah Rp 200 ribu sebagai ongkos kirim,” terang Imran. 

Imran menjelaskan, rekayasa babi ngepet yang dibuat AI bertujuan untuk membuat dirinya terkenal di lingkungannya. AI merupakan tokoh masyarakat di lingkungan dan kerap memimpin pengajian biasa.

“Bukan majelis ya tapi pengajian biasa lingkungan,” ucap Imran.

4. Ustad AI Menyesal dan Meminta Maaf

Usai di tangkap Polres Metro Depok, Ustad AI hanya dapat menunduk dengan tangan di borgol. Dihadapan Awak media, Ustad AI mengaku menyesal telah melakukan perbuatan rekayasa Babi ngepet hanya ingin terkenal memanfaatkan momentum uang warga yang hilang.

"Saat itu saya khilaf dan iman saya lemah. Iman saya turun sebagai manusia setan masuk ke dalam diri saya, sehingga saya punya satu pikiran yang sangat jahat dan sangat tidak masuk akal," terang AI.

AI mengakui, merekayasa babi ngepet dapat membuat dirinya terkenal di kalangan warga. Namun, pada nyatanya AI tidak mendapatkan keuntungan dari apa yang telah dilakukannya sehingga dirinya harus meringkuk di tahanan Polres Metro Depok.

"Waktu pengerjaan namanya manusia lagi dalam kadar imannya turun tidak sadar, tapi ketika sudah terjadi seperti ini penyesalan sudah tidak ada artinya lagi, nasi sudah menjadi bubur," pungkas AI.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓