PDIP Gelar Tahlilan untuk Prajurit Gugur di KRI Nanggala dan Brigjen Putu Danny

Oleh Liputan6.com pada 29 Apr 2021, 20:44 WIB
Diperbarui 29 Apr 2021, 20:59 WIB
PDIP
Perbesar
PDIP gelar tahlilan mendoakan 53 prajurit yang gugur di KRI Nanggala 402 dan Brigjen Putu Danny. (Ist)

Liputan6.com, Jakarta - Menjalankan perintah Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri, jajaran partai menyelenggarakan tahlilan dan yasinan untuk para prajurit TNI yang gugur dalam tugasnya.

Khususnya yang belakangan terjadi adalah 53 prajurit TNI AL dalam peristiwa tenggelamnya Kapal Selam KRI Nanggala 402, serta gugurnya Brigjen (TNI) Gusti Putu Danny Nugraha.

Acara itu dilaksanakan di kantor pusat DPP PDIP, di Jalanan Diponegoro, Jakarta Pusat, Kamis (29/4/2021) malam. Ketua DPP PDIP yang juga Wakil Ketua MPR, Ahmad Basarah hadir mewakili DPP PDIP. Bersamanya, hadir juga Kepala Badan Kebudayaan Nasional (BKN) PDIP Aria Bima.

Tahlilan dan yasinan dipimpin KH Muhammad Nur Hayid yang akrab disapa Gus Hayid, Wakil Ketua Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (NU), yang juga  Pengasuh Pondok Pesantren Skill Jakarta.

Sebelum yasin dan tahlil berlangsung, Basarah membacakan bait lagu 'Gugur Bunga' karangan Ismail Marzuki.

"Telah gugur pahlawanku, tunai sudah janji bakti, Gugur satu tumbuh seribu, tanah air jaya sakti," begitu Basarah membaca bait syair tersebut.

Basarah sekaligus menyampaikan salam duka cita mendalam dari Megawati Soekarnoputri, kepada ketiga matra angkatan TNI yang sedang berduka. Megawati juga mengirimkan salam duka cita kepada keluarga besar almarhum prajurit TNI.

"Ibu Megawati mendoakan agar semua arwah almarhum diterima di sisi Tuhan Yang Maha Kuasa, dan keluarga yang ditinggalkannya tetap diberikan kekuatan dan ketabahan," kata Basarah dalam keterangannya.

"Bu Mega tetap memberi semangat kepada TNI dimanapun berada, agar tetap setia, berdiri tegak, dengan kepala tegak, dan kokoh, untuk terus menjaga kedaulatan NKRI yang kita cintai bersama ini," tambahnya.

2 dari 3 halaman

Didedikasikan untuk 3 Hal

Tahlilan dan yasinan menghadirkan para santri yang berdoa bersama di gedung DPP PDIP. Protokol kesehatan pencegahan Covid-19 dilakukan. Semua peserta dites.

Acara diikuti juga secara virtual melalui saluran TV DPP PDIP di akun media sosial partai. Diikuti juga secara virtual oleh seluruh jaringan Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) di seantero Nusantara. 

Kata Basarah, PDIP mendedikasikan doa ini untuk tiga hal. Pertama adalah 53 prajurit TNI AL yang gugur dalam tugasnya di KRI Nanggala 402. Kedua adalah mantan Kabinda Papua, Brigjen (TNI) Gusti Putu Danny Nugraha. Dan ketiga, prajurit TNI lainnya dan pejuang kusuma bangsa yang telah lebih dulu gugur dalam tugasnya.

"Semoga dengan doa yang dipanjatkan, baik oleh jemaah yang hadir ataupun yang hadir secara virtual, atau doa masyarakat Indonesia lainnya yang juga memiliki keinginan sama, agar arwah para pejuang ini diterima di sisi terbaik Allah SWT, diampunkan segala dosanya, dan keluarga yang ditinggalkan mendapatkan kekuatan dan ketabahan," urai Basarah.

Terpisah, Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menyatakan pihaknya mengapresiasi pernyataan Presiden Joko Widodo, yang mengatakan negara akan membangun rumah untuk para istri dari awak KRI Nanggala-402 yang gugur saat bertugas. Begitupun dengan janji Jokowi soal pendidikan anak-anak para pejuang yang telah gugur itu, serta kenaikan pangkat satu tingkat.

"Semoga perhatian yang diberikan pemerintah bisa meringankan beban para keluarga korban awak KRI Nanggala-402," kata Hasto.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓