BPBD NTT: Total Korban Jiwa Akibat Siklon Tropis Jadi 182 Orang

Oleh Liputan6.com pada 29 Apr 2021, 18:52 WIB
Diperbarui 29 Apr 2021, 18:52 WIB
FOTO: Kondisi NTT Usai Diterjang Banjir Bandang
Perbesar
Warga memeriksa kerusakan usai banjir bandang di Desa Ile Ape, Pulau Lembata, Nusa Tenggara Timur, Selasa (6/4/2021). Tim penyelamat terus menggali puing tanah longsor untuk mencari korban yang terkubur usai bencana banjir bandang. (AP Photo/Ricko Wawo)

Liputan6.com, Jakarta - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nusa Tenggara Timur (NTT) menyampaikan data keseluruhan korban bencana alam dampak siklon tropis seroja yang melanda pada 4 April 2021. Per 28 April 2021, sebanyak 182 orang telah meninggal dunia.

"Korban meninggal 182 orang," kata Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD NTT, Sintus Carolus dalam Rakor Tim Intelijensi Penanggulangan Bencana yang disiarkan melalui YouTube BNPB Indonesia, Kamis (29/4/2021).

182 Korban meninggal tersebut tersebar di 10 kabupaten dan kota di NTT. Yakni Flores Timur 72, Lembata 46, Alor 29, Kabupaten Kupang 12, Malaka 11, Kota Kupang 6, Sabu Raijua 3, Rote Ndao 1, Ende 1 dan Sikka 1 orang meninggal dunia.

"Sementara itu, korban hilang 47 orang tersebar di 6 kabupaten dan kota," sambungnya.

 

2 dari 3 halaman

Sarana dan Prasarana Mulai Pulih

Sintus menjelaskan, selain korban meninggal dan hilang, tercatat ada 184 orang mengalami luka-luka akibat bencana alam dampak siklon tropis seroja di NTT. Adapun total pengungsi sebanyak 84.876 jiwa, tersebar di 63 titik pada 10 kabupaten dan kota.

"Fasilitas umum rusak 3.494 dan 21 dari 22 Kabupaten dan kota terdampak," ucapnya.

Menurut Sintus, sarana dan prasarana yang sempat rusak akibat bencana di NTT mulai pulih. Data 23 April 2021, progres pemulihan listrik mencapai 97,5 persen untuk seluruh NTT, meski masih terdapat 99 gardu masih padam.

Reporter: Titin Supriati

Sumber: Merdeka.com

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓