Desa Kaliuling Jadi Daerah Terparah Kena Gempa Malang

Oleh Reza pada 29 Apr 2021, 14:16 WIB
Diperbarui 29 Apr 2021, 14:16 WIB
Keluhan Warga Soal Penanganan Pasca Bencana Gempa Di Malang
Perbesar
Bangunan rumah yang ambruk rata dengan tanah di Desa Majangtengah, Dampit, Kabupaten Malang, dampak gempa yang terjadi di Malang pada Sabtu, 10 April 2021 (Liputan6.com/Zainul Arifin)

Liputan6.com, Jakarta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut sejumlah wilayah terdampak dan merasakan gempa magnitudo 6,1 yang mengguncang Kota Malang, Jawa Timur, Sabtu (10/4/2021).

Gempa tersebut setidaknya menguncang beberapa wilayah di Jawa Timur, paling parah dirasakan di Kawasan Lumajang.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang mendata ada 5 korban meninggal dunia dan 521 bangunan rusak dampak gempa di Malang. Jumlah korban jiwa dan bangunan itu berdasarkan data yang dihimpun sampai pukul 14.30 tadi.

Berdasarkan data BPBD Lumajang, wilayah Kecamatan Tempursari jadi yang paling parah terdampak gempa di Malang. Tepatnya di Desa Kaliuling, Kecamatan Tempursari, Kabupaten Lumajang, Jawa TImur. Seluruh korban jiwa dan sebagian besar kerusakan bangunan berada di wilayah itu.

Sementara kerusakan bangunan ada sebanyak 521 rumah dengan rincian 148 rumah rusak berat, 318 rumah rusak sedang dan 62 rumah rusak ringan. Kerusakan yang ditimbulkan itu seperti rumah roboh maupun retak-retak pada dinding bangunan.

 

Kemensos
Perbesar
Pemerintah bergerak cepat dengan menyalurkan bantuan melalui Program Bantuan Sosial Tunai (BST) tahap III dan IV

Untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak, pemerintah melalui Kementerian Sosial memberikan Program Bantuan Sosial Tunai (BST) ke sejumlah masyarakat desa.

Bupati Lumajang Thoriqul Haq mengatakan bahwa pemerintah telah berkoordinasi dengan pemerintah provinsi Jawa Timur, Kementerian Sosial serta BNPB dalam menangani korban gempa di Desa Kaliuling.

“Masyarakat merasa terbantu dengan adanya bantuan ini. Efeknya adanya perputaran uang di desa ini,” tutur Bupati Lumajang Thoriqul Haq.

Hal itu setujui oleh Supiyatni sebagai warga setempat. Ia mengatakan bahwa dengan bantuan yang diterima bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Saya bersyukur sekali dengan adanya bantuan ini. Jadi bisa berguna untuk kebutuhan sehari-hari dan untuk anak sekolah. Pasalnya, saya hanya berprofesi sebagai buruh tani,” tutur Supiyatni.

Dalam penyerahan bantuan itu, hadir pula Wakil Bupati Lumajang Amperawati, dan Dirut Pos Indonesia, Faizal Rochmad Djoemadi.

(*)