4 Sosok Pilihan Jokowi di Kementerian dan Lembaga Baru

Oleh Liputan6.com pada 28 Apr 2021, 19:43 WIB
Diperbarui 28 Apr 2021, 19:43 WIB
FOTO: Presiden Jokowi Lantik Enam Menteri Baru Kabinet Indonesia Maju
Perbesar
Presiden Joko Widodo (kanan) melantik enam baru menteri Kabinet Indonesia Maju di Istana Negara, Jakarta, Rabu (23/12/2020). Pelantikan tetap menerapkan protokol kesehatan. (Foto: Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat Presiden)

Liputan6.com, Jakarta Isu reshuffle kabinet yang sempat berembus kencang akhirnya hari ini terungkap. Presiden Joko Widodo atau Jokowi telah melantik empat nama yang akan menempati dua kementerian dan lembaga.

Bertempat di Istana Negara, Rabu (28/4/2021), Jokowi telah melantik Nadiem Makarim sebagai Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbud-Ristek) dan Bahlil Lahadalia sebagai Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

Pelantikan tersebut tertuang lewat Keputusan Presiden No 72/P/2021 Tentang Pembentukan dan Pengubahan Kementerian, Serta Pengangkatan Beberapa Menteri Negera Kabinet Indonesia Maju Periode 2019-2024.

Sementara, dua nama lainnya yaitu Laksana Tri Handoko yang dilantik sebagai Kepala Badan Riset dan Inovasi (BRIN) serta Indriyanto Seno Adji sebagai Dewan Pengawas (Dewas) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Dimana masing-masing menggantikan Bambang Brodjonegoro dan aArtidjo Alkostar yang telah almarhum pada 28 Februari 2021.  

"Akan menunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab," ucap para pejabat yang dilantik Jokowi hari ini, Rabu. 

Sebelumnya, kabar reshuffle di jajaran Kabinet Jokowi-Ma'ruf mencuat kepermukaan usai DPR menyetujui dileburnya Kemendikbud dan Kemenristek serta dibentuknya Kementerian Investasi.

Berikut ini keempat sosok pilihan Jokowi yang akan menempati dua pos kementerian dan dua lembaga dhimpun dari Liputan6.com:

2 dari 6 halaman

Nadiem Makarim

Mendikbud Nadiem Makarim.
Perbesar
Mendikbud Nadiem Makarim.

Sebelumnya, nama Nadiem Makarim sempat mencuat setelah sumber terpercaya menyatakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tersebut akan menempati posisi di Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi.

"Ada Mendikbud-Ristek, (Menteri) Investasi, Kepala BRIN (yang akan dilantik). Sore ini (dilantik)," kata sumber Liputan6.com di lingkup Istana saat dikonfirmasi, Selasa 27 April 2021.

Hal ini semakin menambah spekulasi akan sosok Nadiem yang bertemu dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

Sementara itu, usai dilantik oleh Presiden Jokowi, Nadiem mengatakan bahwa riset dan teknologi bukanlah bidang baru baginya.

"Riset dan teknologi adalah suatu hal yang sangat dekat di hati saya. Merupakan suatu hal yang telah tekuni sebelum saya melakukan tugas ini di Kementerian Pendidikan Kebudayaan," ujar Nadiem saat memberikan keterangan pers usai dilantik di Istana Negara Jakarta, Rabu (28/4/2021).

Dia mengaku akan berupaya untuk meningkatkan kualitas dan inovasi di lingkungan perguruan tinggi yang ada di Indonesia. Khususnya, dalam bidang riset dan teknologi.

Menurut dia, dileburnya Kemendikbud dan Kemenristek menjadi kabar gembira bagi perguruan tinggi. Pasalnya, dengan adanya peleburan ini, para rektor akan semakin mudah berkoordinasi dengan pemerintah pusat.

"Sekarang dari sisi riset maupun juga transformasi pendidikan ada di dalam satu kementerian sehingga satu pintu dan rektor juga semakin mudah untuk bisa berkoordinasi dengan pemerintah-pemerintah pusat," jelas Nadiem.

3 dari 6 halaman

Bahlil Lahadalia

Bahlil Lahadalia
Perbesar
Bahlil Lahadalia adalah Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Kabinet Indonesia Maju era Joko Widodo Ma'ruf Amin.

Jokowi juga mengangkat Bahlil Lahadalia sebagai Menteri Investasi seiring adanya pembentukan kementerian baru di bidang itu. Jabatan ini jadi titik capaian luar biasa bagi pria 44 tahun yang besar di Papua ini.

Meski lahir di Banda, Maluku Tengah, pria kelahiran 7 Agustus 1976 ini telah tinggal bersama keluarganya di Kabupaten Fakfak, Papua Barat sejak menginjak remaja. Bahlil Lahadalia mengaku bahwa dirinya merupakan menteri yang berasal dari Papua Barat.

"Kalau dipertanyakan saya dari mana, saya dari Fakfak Papua Barat," ujar Bahlil beberapa waktu lalu, seperti dikutip Rabu (28/4/2021).

Bahlil Lahadalia dikenal sebagai sosok yang pekerja keras. Bahkan sebelum sukses menjadi Menteri Investasi dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) seperti sekarang, dia pernah bekerja sebagai kondektur, sopir angkot hingga loper koran.

Kini dengan tugas barunya tersebut, Bahlil diminta Jokowi untuk tidak hanya mengurusi izin pengusaha-pengusaha besar saja. Akan tetapi juga perlu memperhatikan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Presiden Jokowi ingin pelaku UMKM bisa dikawinkan dengan pengusaha-pengusaha besar. Selain itu pengusaha besar juga bisa berkolaborasi dengan pengusaha ada di daerah maupun nasional.

"Kolaborasi inilah yang bisa kita jadikan instrumen untuk mendorong agar pertumbuhan ekonomi kita itu meningkat pertumbuhan ekonomi juga berjalan," kata Bahlil Lahadalia dalam keterangan pers, di Istana Negara, Rabu (28/4).

Bahlil Lahadalia menambahkan, sebagai langkah awal dilakukan di Kementerian Investasi adalah fokus dengan penciptaan lapangan pekerjaan. Caranya dengan mendatangkan investasi sebanyak-banyaknya. Investasi sendiri berkontribusi 30 persen terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Tak main-main, Jokowi bahkan memberikan target kepada Menteri Investasi Bahlil Lahadalia untuk menjaring investasi senilai Rp900 triliun sepanjang tahun 2021.

"Arahan Presiden selanjutnya adalah target investasi kami harus Rp900 triliun tahun ini," ujar Bahlil kepada wartawan seusai pelantikan dirinya sebagai Menteri Investasi di Istana Negara, Jakarta, Rabu.

4 dari 6 halaman

Laksana Tri Handoko

Kepala LIPI
Perbesar
Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Laksana Tri Handoko saat webinar soal transformasi LIPI di 53 tahun. (Dok LIPI)

Jokowi juga melantik Laksana Tri Handoko menjadi Kepala Badan Riset dan Inovasi (BRIN). Handoko sebelumnya menjabat sebagai Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

Pelantikan Handoko berdasarkan Keppres RI Nomor 19 M tahun 2021 tentang Pengangkatan Kepala BRIN.

"(Kepala BRIN) Dari Kepala LIPI," kata sumber Liputan6.com di lingkaran Istana saat dikonfirmasi.

Sebagai informasi, Bambang Brodjonegoro sebelumnya menjabat sebagai Menteri Riset dan Teknologi/Kepala BRIN. Bambang sendiri beberapa waktu lalu telah menyatakan pamit dari kementetriannya.

5 dari 6 halaman

Indriyanto Seno Adji

Plt Pimpinan Ubah Pembagian Kerja di KPK
Perbesar
Plt Pimpinan KPK Indriyanto Seno Adji (Liputan6.com/Andrian M Tunay)

Sosok lainnya yang dilantik Jokowi hari ini adalah Indriyanto Seno Adji menjadi anggota Dewan Pengawas (Dewas) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Jokowi pun menyaksikan pengucapan sumpah jabatan Indriyanto Seno Adji sebagai anggota Dewas KPK di Istana Negara Jakarta, Rabu (28/4/2021).

Mantan Plt Wakil Ketua KPK itu menggantikan Artidjo Alkostar. Pengangkatan Indriyanto berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) RI Nomor 73 P Tahun 2021 tentang Pengangkatan Anggota Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi Pengganti Antar Waktu Sisa Masa Jabatan 2019-2023.

Guru Besar Ilmu Hukum Pidana dari Universitas Indonesia itu kemudian membacakan sumpah jabatannya di depan Presiden Jokowi.

Dia berjanji tidak akan memberikan atau menjanjikan sesuatu apapun kepada siapapun dalam menjalankan tugasnya.

"Tidak menerima langsung atau tidak langsung dari siapapun juga suatu janji ataupun pemberian," kata Indriyanto saat mengucapkan sumpah jabatan.

 

Dinda Permata 

6 dari 6 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓