Wagub DKI Berharap Kerumunan Jakmania Tak Buat Klaster Baru Covid-19

Oleh Ika Defianti pada 27 Apr 2021, 11:56 WIB
Diperbarui 27 Apr 2021, 11:56 WIB
Wagub DKI Cek RSUD Pasar Minggu
Perbesar
Wakil Gubernur DKI Riza Patria meninjau Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) khusus Covid-19 di Pasar Minggu, Jakarta, Sabtu (3/10/2020). Kunjungan Riza guna mengecek mulai dari kecukupan dokter dan seluruh tenaga kesehatan pendukungnya hingga stok obat-obatan di rumah sakit (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Liputan6.com, Jakarta Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengharapkan aksi sejumlah pendukung Persija atau The Jakmania di Bundaran Hotel Indonesia (HI) tidak menimbulkan klaster Covid-19.

Dia juga mengaku sangat menyayangkan adanya euforia tanpa penerapan protokol kesehatan.

"Kita tentu sangat prihatin, mudah-mudahan kegiatan ini tidak menimbulkan klaster baru, dan kedepan tidak diulangi lagi," kata Riza di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa (27/4/2021).

Lanjut dia, nantinya sejumlah pihak akan melakukan evaluasi terkait peristiwa tersebut. Yakni mulai dari internal Persija hingga para suporter atau The Jakmania.

"Dari kita lakukan evaluasi, kenapa bisa terjadi, siapa yang memobilisasi apa dampaknya dan sebagainya," jelas dia.

 

2 dari 3 halaman

Ciptakan Kerumunan

Sebelumnya, sebanyak 65 suporter Persija, atau biasa disebut Jakmania diamankan pasca merayakan kemenangan tim kesayangan atas Persib Bandung. Polisi menyebut, rombongan Jakmania menciptakan kerumunan di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus menyampaikan, rombongan suporter Persija berkumpul di Bundaran HI pada Minggu (25/4/2021) sampai Senin (26/4/2021) dini hari. Mereka membuat keramaian tanpa mengantongi izin dari pihak kepolisian sehingga dilakukan pembubaran.

"Petugas Polda Metro Jaya dan Polres Jakpus melakukan pembubaran kerumunan tersebut, karena saat ini PPKM skala mikro, jangan sampai jadi klaster dari pada Covid-19," kata Yusri di Pancoran, Jakarta Selatan Senin (26/4/2021).

Yusri menerangkan, pihaknya mengamankan 65 orang untuk dimintai keterangan di Polda Metro Jaya. Hasil pemeriksaan, suporter berkumpul secara spontan tanpa ada hasutan atau ajakan dari siapapun. Menurut mereka, Bundaran HI adalah ikon Persija sehingga dijadikan lokasi berkumpul setiap timnya meraih kemenangan.

"Totalnya 65 orang terdiri dari 52 orang dewasa, 12 orang anak-anak kemudian ada 1 perempuan dewasa. Kita ambil keterangan, arahnya adalah apakah ada yang memerintahkan untuk berkumpul atau ajakan berkumpul di Bundaran Hi tersebut," papar dia.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓