Admin Sosmed yang Ajak Jakmania Kumpul di Bundaran HI Diburu Polisi

Oleh Ady Anugrahadi pada 27 Apr 2021, 10:07 WIB
Diperbarui 27 Apr 2021, 10:07 WIB
Pawai Persija Jakarta
Perbesar
Pemain Persija Jakarta bersama The Jakmania melakukan pawai merayakan gelar Piala Liga 1 musim 2018 di Bundaran HI, Jakarta, Sabtu (15/12). Persija berhasil juara Liga 1 usai mengalahkan Mitra Kukar. (Bola.com/Yoppy Renato)

Liputan6.com, Jakarta - Polisi menemukan sejumlah akun media sosial yang diduga menghasut suporter Persija atau Jakmania untuk berkumpul di Bundaran HI merayakan kemenangan atas Persib di Piala Menpora 2021. Polisi tengah mengejar pengelola atau admin akun tersebut.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus menerangkan, Unit Cyber Crime Polda Metro Jaya memprofiling beberapa akun media sosial pascakerumunan Jakmaniadi Bundaran HI.

"Ya, kami memang sedang susuri akun-akun media sosial yang diduga mengajak (suporter Persija) sehingga timbulkan kerumunan" ujar Yusri saat dihubungi, Selasa (27/4/2021).

Dia menyebut, ada beberapa akun yang dinilai harus bertanggung jawab atas kerumunan tersebut. Mereka diduga membuat status atau unggahan yang bernada ajakan berkumpul. Padahal, pada masa pandemi Covid-19, warga dilarang berkumpul.

"Ya teridentifikasi ada beberapa akun yang menjadi aktor dan menyuruh mengajak mereka. Masih kita dalami," kata Yusri.

Yusri belum bersedia berbicara lebih gamblang perihal akun-akun terkait Jakmania tersebut. Dia khawatir admin melarikan diri.

"Di medsos lah (IG dan Twitter), saya belum berani ngomong kalau mereka belum diamankan, nanti takutnya kabur," ujar dia.

 

2 dari 3 halaman

Periksa Pengurus Jakmania dan Persija

Selain itu, Yusri menyampaikan pihaknya juga akan menjadwalkan pemeriksaan kepada pengurus Jakmania dan Persija guna membuat terang kasus kerumunan di Bundaran Hi.

"Ke depan kita juga klarifikasi penguruh Jakmania sama Persija," ujar dia.

Yusri mengimbau kepada semua pihak untuk mentaati protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Kemudian, hindari kerumunan. Hal itu semata-mata demi menekan laju penularan Covid-19.

"Tolong jangan lagi seperti ini, ini kan mengundang kerumunan bisa melanggar prokes. Ini kan tidak boleh. Jangan sampai jadi klaster," tandas dia.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓