Bupati Kepulauan Seribu: Warga Terdampak Tumpahan Minyak Diberi Ganti Rugi

Oleh Rinaldo pada 27 Apr 2021, 07:07 WIB
Diperbarui 27 Apr 2021, 07:07 WIB
FOTO: Tumpahan Minyak Kapal Jepang Cemari Perairan Mauritius
Perbesar
Ilustrasi tumpahan minyak. (Sophie Seneque via AP)

Liputan6.com, Jakarta Bupati Kepulauan Seribu, Junaedi meminta warga terdampak tumpahan minyak (oil spill) diberikan ganti rugi oleh PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ). Pasalnya, PT PHE ONWJ diduga sebagai pihak yang bertanggung jawab atas terjadinya tumpahan minyak tersebut.

Junaedi mengatakan, terjadinya tumpahan minyak memberikan dampak terhadap usaha pariwisata dan perikanan, termasuk para pembudidaya ikan di keramba.

"Segera lakukan pemulihan dan berikan ganti rugi kepada warga terdampak," ujar Junaedi melalui pesan tertulis, Senin (26/4/2021).

Dia juga meminta, PT PHE ONWJ segera menyediakan alat pelindung diri (APD) untuk dibagikan kepada petugas PJLP Suku Dinas Lingkungan Hidup, PPSU kelurahan dan warga yang membantu membersihkan oil spill.

"Oil spill ini sangat berbahaya. Saya juga minta oil spill yang sudah dibersihkan dari kawasan pantai bisa segera diangkut," tegasnya seperti dikutip BeritaJakarta.id.

Sementara itu, Manager Communications Relations & CID PT PHE ONWJ, Hari Setyono menuturkan pihaknya intensif berkoordinasi dengan Suku Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kepulauan Seribu dalam melakukan pembersihan.

"Kami tetap menyiagakan personel Oil Spill Combat Team (OSCT) patroli menyisir lokasi sekitar untuk memastikan kondisi terkendali," bebernya.

Menurutnya, dalam proses pembersihan juga dilakukan koordinasi dengan masyarakat sekitar agar proses berjalan cepat sehingga dampak ke lingkungan dapat diminimalisir.

"PHE ONWJ sudah melakukan pengecekan sesuai dengan standar prosedur penanganan dalam menjaga kehandalan fasilitas," ucapnya.

2 dari 3 halaman

5.628 Kilogram Oil Spill

Sementara itu, Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup Kepulauan Seribu, Djoko Rianto Budi Hartono menambahkan, pihaknya mengerahkan 60 personel untuk membersihkan tumpahan minyak di Kelurahan Pulau Untung Jawa dan Kelurahan Pulau Pari, Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan.

"Penanganan cepat dilakukan untuk meminimalisir dampak negatif oil spill terhadap habitat dan ekosistem laut. Kita masih terus melakukan penanganan bersama petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU)," terangnya.

Menurutnya, hingga saat ini telah berhasil dibersihkan sebanyak 5.628 kilogram oil spill dari kawasan pantai Pulau Untung Jawa dan 575 kilogram dari kawasan pantai Pulau Lancang

"Sampai saat ini belum ada klarifikasi pihak yang bertanggung jawab terkait tumpahan minyak ini," tandasnya.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓