Dikunjungi Pangkostrad, Koopgabsus TNI Siap Buru Teroris di Poso

Oleh Liputan6.com pada 27 Apr 2021, 02:02 WIB
Diperbarui 27 Apr 2021, 02:02 WIB
Pangkostrad bersama Panglima Koopsgabsus
Perbesar
Pangkostrad Letjen TNI Eko Margiono bersama Panglima Koopsgabsus Tricakti Mayjen TNI Richard TH Tambulon di Poso. (Foto: Istimewa).

Liputan6.com, Jakarta Pangkostrad Letjen TNI Eko Margiyono pada Sabtu 24 April 2021 sempat mengunjungi Poso, Sulawesti Tengah.

Kehadirannya memberikan moril kepada prajuritnya yang bertugas di sana, terutama dalam menghadapi teroris.

Diketahui, TNI dan Polri terus memburu kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT). Salah satu unsur TNI yang terlibat dalam perburuan teroris tersebut yakni, Komando Operasi Gabungan Khusus (Koopgabsus).

Dalam kunjungan Pangkostrad, dia sempat Markas Koopsgabssus TNI yang langsung disambut Panglima Koopsgabsus Tricakti Mayjen TNI Richard TH Tambulon.

Dalam kesempatan itu, memastikan pihaknya akan senantiasa siap membantu memburu teroris.

"Kami memastikan siap mem-back up untuk melaksanakan penumpasan kelompok teroris," ujar Pangkoopsgabsus Mayjen Richard, Senin (26/4/2021).

Tim Koopsgabsus TNI sudah melakukan operasi senyap di Poso sejak beberapa bulan terakhir. Mereka membantu Satuan Kostrad Yonif Para Raider 502/Ujwala Yudha yang tergabung dalam Satgas Madago Raya.

 

2 dari 3 halaman

Saling Berdiskusi

Pertemuan antara Pangkostrad dan Pangkoopsgabsus berlangsung dengan suasana akrab dan penuh kehangatan. Seperti diketahui, kedua jenderal TNI AD ini sebelumnya pernah sama-sama berdinas di satuan pasukan khusus sebagai Komandan Jenderal dan Wadanjen Kopassus.

Diskusi juga diselingi dengan acara berbuka puasa bersama. Mayjen Richard pun menegaskan, tim Koopsgabsus TNI bersama Satgas Madago Raya akan tetap menjalankan tugas sebaik mungkin.

"Meskipun sebagian besar prajurit sedang melaksanakan ibadah puasa namun kami tetap fokus serta gigih dalam menjalankan tugas negara," ucap jenderal bintang dua ini.

Untuk diketahui, keterlibatan Koopsgabsus TNI di Satgas Madago Raya telah berlangsung beberapa waktu. Tim Koopsgabsus juga terlibat dalam kontak tembak di Pegunungan Andole, Desa Tambarana, Poso Pesisir Utara, pada Senin (1/3/2021) lalu, yang menewaskan dua orang dari kelompok MIT.

"Kemarin memang sempat ada kontak (tembak). Doakan saja agar operasi berjalan lancar," kata Mayjen Richard Tampublon, saat dimintai konfirmasi wartawan.

Hanya saja, mantan Kaskogabwilhan I tersebut tak menjelaskan secara rinci mengenai operasi yang sedang dilakukan pihaknya. Richard hanya menegaskan, jajaran TNI/Polri akan terus memburu kelompok teroris yang meresahkan masyarakat.

"Mohon doanya saja. Yang pasti, kita kejar terus kelompok teroris yang mengganggu keamanan negara," tuturnya.

Baku tembak antara Satgas Madago Raya dan MIT terjadi di Pegunungan Andole, Desa Tambarana, Poso Pesisir Utara, pada Senin (1/3/2021), sekitar pukul 16.30 WITA. Dalam peristiwa itu, dua anggota MIT dan satu personel TNI gugur.

Selain dua orang tewas, diduga satu anggota MIT lainnya mengalami luka tembak. Diduga anggota MIT yang terluka ialah Ali Kalora yang menjadi pimpinan dalam kelompok terduga teroris tersebut. Ia berhasil melarikan diri ke hutan dan saat ini aparat masih terus melakukan pengejaran.

Adapun 2 anggota MIT yang tewas adalah Haerul alias Irul dan Samir alias Alfin yang berasal dari Banten. Irul diketahui merupakan menantu dari eks pimpinan MIT, Santoso. Dua anggota MIT yang tewas tersebut masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

Sementara itu, personel TNI yang gugur dalam kontak senjata adalah Praka Dedi Irawan. Praka Dedi merupakan salah satu personel dari tim Koopsgabsus.

"Kita akan buru kelompok teroris sampai mana juga. Saya pastikan pengorbanan semua prajurit tidak sia-sia," tegas Mayjen Richard.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓