5 Hal Terkait Kunker Anies Baswedan ke Ngawi

Oleh Devira PrastiwiLiputan6.com pada 26 Apr 2021, 19:33 WIB
Diperbarui 26 Apr 2021, 19:33 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji panen raya padi di lahan yang dipersiapkan untuk menyuplai beras ke Jakarta. (Foto: Liputan6.com/Humas Pemkab Cilacap)
Perbesar
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji panen raya padi di lahan yang dipersiapkan untuk menyuplai beras ke Jakarta. (Foto: Liputan6.com/Humas Pemkab Cilacap)

Liputan6.com, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke Kabupaten Ngawi, Jawa Timur pada Minggu, 25 April 2021.  Anies menggandeng Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ngawi dalam kegiatan tersebut.

Kunjungan kerja dilakukan Anies Baswedan untuk menyerap beras produksi kelompok petani Ngawi guna mendukung kebutuhan pangan di DKI Jakarta.

"Kedatangan kita di Ngawi ini sedang berbicara tentang kebutuhan pangan, ketahanan pangan. Kita ingin memastikan bahwa harga di perkotaan mendapatkan suplai terjamin," ujar Anies di Dusun Alas Pecah, Desa Geneng, Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi, seperti dikutip dari Antara, Minggu, 25 April 2021.

Dijelaskan Anies, kerja sama tersebut dilakukan oleh PT Food Station Tjipinang Jaya selaku BUMD Pemprov DKI Jakarta dengan Daya Tani Sembada - Kelompok Tani Sido Rukun.

"Kerja sama dilakukan untuk mengelola sistem resi gudang, penggilingan padi, dan pasokan beras untuk warga DKI Jakarta, dan rencana penyerapan hasil panen kelompok Tani Sido Rukun, Ngawi," ucap dia.

Menurut Anies, PT Food Station telah melakukan kerja sama dengan Daya Tani Sembada dan Kelompok Tani Sido Rukun sejak 2015.

Berikut sederet hal terkait kunjungan kerja Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ke Ngawi, Jawa Timur dihimpun Liputan6.com:

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

1. Kerja Sama Tingkatkan Kesejahteraan Petani

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan
Perbesar
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan | instagram.com/aniesbaswedan

Pemprov DKI Jakarta melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Food Station Tjipinang Jaya melakukan kerja sama antar daerah guna mencukupi pasokan dan menyeimbangkan ketersediaan pangan.

Kerja sama tersebut yakni dengan Pemerintah Kabupaten Ngawi melalui Daya Tani Sembada dan Kelompok Tani Sido Rukun, Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan, sebagai kota penyumbang perekonomian terbesar, DKI Jakarta harus memberikan manfaat bagi daerah lain. Salah satunya yakni peningkatan kesejahteraan petani.

"Kerja sama ini memiliki dua dimensi yang berkeadilan. Satu sisi kita secara serius ingin kebutuhan pangan di Jakarta terpenuhi dan di sisi lain kita ingin menghadirkan keadilan sosial, khususnya untuk para petani daerah agar mereka mendapat manfaat lebih besar, mendapat peningkatan kesejahteraan, dan mendapat kepastian atas produk-produknya," kata Anies dalam keterangan tertulis, Minggu, 25 April 2021.

Anies menyatakan, usaha untuk meningkatkan kesejahteraan petani salah satunya dengan sistem resi gudang. Yaitu membuat petani tak buru-buru menjual harga gabah mereka dengan harga rendah, melainkan dapat menyimpannya terlebih dahulu, meningkatkan kualitas, sehingga harganya akan stabil.

"Selain itu, dengan menyimpannya di resi gudang, mereka juga bisa memanfaatkan untuk mengambil pinjaman pembiayaan dari lembaga keuangan," ucap Anies.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

2. Dukung Kebutuhan Pangan Ibu Kota

Anies Baswedan
Perbesar
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengendarai sepeda di Kawasan Bundaran HI, Jakarta, Selasa (16/6/2020). Anies Baswedan bersepeda keliling Ibu Kota dalam rangka mengajak warga agar selalu menggunakan face shield atau masker saat beraktivitas di luar ruangan. (merdeka.com/Imam Buhori)

Anies yang datang dengan menggandeng Pemerintah Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, menyatakan kunjungannya terkait penyerapan beras produksi kelompok petani Ngawi guna mendukung kebutuhan pangan di DKI Jakarta.

"Kedatangan kita di Ngawi ini sedang berbicara tentang kebutuhan pangan, ketahanan pangan. Kita ingin memastikan bahwa harga di perkotaan mendapatkan suplai terjamin," kata Anies di Dusun Alas Pecah, Desa Geneng, Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi.

Anies menambahkan, kerjasama ini juga sebagai berbalas budi dengan petani dengan membangun sistem yang berkeadilan.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

3. Jalin Kerja Sama Sejak 2015

Paket Kontrak Pembangunan MRT Fase II Resmi Ditandatangani
Perbesar
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memberi sambutan saat penandatanganan paket kontrak Pembangunan MRT Fase 2 di Jakarta, Senin (17/2/2020). Konstruksi proyek MRT Jakarta Fase II paket pertama dari Bundaran HI hingga Harmoni (CP201) dimulai Maret 2020- Desember 2024. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Menurut Anies, PT Food Station telah melakukan kerja sama dengan Daya Tani Sembada dan Kelompok Tani Sido Rukun sejak 2015.

Anies menambahkan, kerjasama terkait dilakukan oleh PT Food Station Tjipinang Jaya selaku BUMD Pemprov DKI Jakarta dengan Daya Tani Sembada - Kelompok Tani Sido Rukun.

"Kerja sama dilakukan untuk mengelola sistem resi gudang, penggilingan padi, dan pasokan beras untuk warga DKI Jakarta, dan rencana penyerapan hasil panen kelompok Tani Sido Rukun, Ngawi,” kata dia.

Menurut Anies, kedatangannya di Ngawi menjadi babak baru kerja sama antara Pemprov DKI dengan Pemkab Ngawi terkait dukungan kebutuhan beras di Jakarta.

"Jadi kita sedang memulai sebuah babak baru kerja sama dengan Ngawi dan Insya-Allah dengan Jatim. Di sini dengan sistem resi gudang, kita memiliki kontrak kerja untuk penanaman padi dan memastikan petani memiliki kepastian pembeli, kami punya kepastian harga," tegas Anies.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

4. Wali Kota Madiun Berguru Penataan Kota Tua

Wali Kota Madiun Maidi. (Foto: Madiunkota.go.id)
Perbesar
Wali Kota Madiun Maidi. (Foto: Madiunkota.go.id)

Wali Kota Madiun Maidi memanfaatkan momentum bertemu Gubernur DKI Jakarta untuk berguru ilmu tentang konsep penataan kota tua.

"Saya harap secepatnya bisa belajar ke Jakarta untuk penataan kota lama," ujar Maidi saat menjamu Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa di Balai Kota Madiun.

Menurut ia, Kota Madiun memiliki sejumlah aset cagar budaya. Hingga saat ini, sebagian besar di antaranya belum termanfaatkan dengan baik.

Dengan melihat konsep yang diterapkan di Jakarta, Wali Kota Maidi berharap ada program yang dapat diadaptasi untuk kemajuan sektor wisata di Kota Madiun.

Ia menunjuk di DKI Jakarta ada wisata sejarah Kota Tua yang di dalamnya terdapat kawasan bangunan cagar budaya yang memiliki nilai sejarah dan wisata tinggi untuk dikunjungi. Seperti ada Museum Fatahillah dan Pelabuhan Sunda Kelapa.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyampaikan apresiasinya kepada Pemkot Madiun terutama dalam hal penataan kota.

"Saya mendengar terobosan pembangunan yang dilakukan oleh Bapak Wali Kota. Saya berdoa semoga ide dan gagasan untuk kemajuan Kota Madiun ini bisa terlaksana," kata Anies.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu juga berharap bahwa hubungan yang baik antara Pemkot Madiun dan Pemprov DKI Jakarta ini dapat terus terjalin. Serta, dapat meningkatkan kerja sama untuk kemajuan dua daerah ke depannya.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

5. Gubernur Khofifah Apresiasi Kerja Sama Pemprov DKI

(Foto: Liputan6.com/Dian Kurniawan)
Perbesar
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (Foto: Liputan6.com/Dian Kurniawan)

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengapresiasi kerja sama yang dilakukan Pemprov DKI dengan Pemkab Ngawi tersebut. Melalui kerja sama tersebut, petani akan memiliki kepastian harga, pasar, dan produksi berasnya terserap dengan baik.

"Melalui kerja sama ini, ada banyak varian produk padi dan beras dari petani yang bisa diserap. Jadi ini sebetulnya varian-varian produk yang sangat solutif untuk bisa menjadi akses pasar petani melalui gapoktan yang ada," kata Gubernur Khofifah.

Melalui kerja sama tersebut pihaknya juga berharap adanya keterbukaan akses perluasan sentra-sentra produksi gabah dan beras di wilayah Jatim lainnya untuk mendapatkan pasar yang lebih besar di DKI Jakarta.

"Tidak hanya varian padi dan beras, namun juga bahan pangan lainnya. Karena Jatim tidak hanya surplus beras, tapi juga daging sapi, daging ayam, dan telur ayam," kata Gubernur perempuan pertama di Jatim itu.

 

(Daffa Haiqal Nurfajri)

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓