4 Hal Terkini soal Kapal Selam KRI Nanggala-402 yang Hilang Kontak di Bali

Oleh Liputan6.com pada 23 Apr 2021, 16:34 WIB
Diperbarui 23 Apr 2021, 16:41 WIB
Wujud Kapal Selam KRI Nanggala-402 yang Hilang Kontak
Perbesar
Foto yang dirilis 21 April 2021 kapal selam KRI Nanggala 402 berangkat dari pangkalan angkatan laut di Surabaya. KRI Nanggala-402 dibuat tahun 1977 di Howaldtswerke Deutsche Werft (HDW) Jerman. (Handout/Indonesia Military/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Kapal selam KRI Nanggala-402 yang membawa 53 awak dilaporkan hilang kontak di perairan Bali, Rabu, 21 April kemarin.

Sebelum dinyatakan hilang kontak, komunikasi terakhir dilakukan saat ada perintah untuk meluncurkan torpedo pada pukul 04.25 waktu setempat. Hilangnya kapal selam Nanggala membuat Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Yudo Margono angkat bicara.

Yudo meyakini kapal yang tengah melakukan latihan penembakan senjata strategis itu masih dalam kondisi prima karena kerap dilakukan peremajaan. 

Hal tersebut menurut KSAL bisa dilihat berdasarkan rekam jejaknya. Kapal produksi Jerman ini telah melakukan belasan uji tembak torpedo dan semuanya berjalan sukses.

"Kapal ini riwayatnya sudah menembak torpedo kepala latihan ini 15 kali dan menembak torpedo kepala perang itu 2 kali dan sasarannya kapal eks KRI dan dua-duanya tenggelam," kata Yudo saat jumpa pers di Bali yang disiarkan daring, Kamis, 22 April 2021.

Dia pun menyikapi terkait temuan tumpahan minyak di posisi awal kapal selam KRI Nanggala-402 saat menyelam. Pertama bisa terjadi kebocoran, sedangkan kemungkinan kedua segala cairan di dalam kapal memang sengaja dibuang.

Berikut deretan pernyataan KSAL terkait kapal Selam KRI Nanggala-402 yang hilang kontak di perairan Bali dihimpun Liputan6.com:

 

1. Bisa Bertahan Selama 3 Hari

Laksamana Yudo Margono meyakini, suplai oksigen di dalam Kapal Selam KRI Nanggala 402 cukup untuk tiga hari ke depan dan mampu bertahan selama 72 jam.

"Mampu 72 jam kurang lebih 3 hari kalau kemarin jam 3 pagi (mulai operasi) bisa sampai hari Sabtu jam 3 pagi lagi," kata dia saat jumpa pers di Bali yang disiarkan daring, Kamis, 22 April 2021. 

 

Kapal yang diproduksi di Jerman ini juga memiliki persediaan cadangan oksigen. Oleh karena itu, Yudo optimis bahwa seluruh awak kapal saat ini masih dalam keadaan baik.

"Oksigen cadangan (juga) masih ada," jelasnya.

Hingga saat ini, belum ditemukan juga informasi terkait detail lokasi hilangnya kapal sehingga masih akan terus dilakukan pencarian. Namun, Yudo optimis bahwa tim mereka dapat menemukan kapal selam dengan seluruh awaknya.

"Kita tetap optimis mencari dengan seluruh bantuan dikerahkan," tandas Yudo.

 

2. Soal Tumpahan Minyak

Terkait temuan minyak yang mengambang di laut utara Pulau Bali yang diduga berasal dari kapal selam KRI Nanggala 402, dia menjawab ada dua kemungkinan.

"Ya sampai sekarang ada dua kemungkinan terkait minyak itu, karena sampai sekarang kapal belum terdeteksi," kata Yudo saat jumpa pers di Bali yang disiarkan secara daring, Kamis, 22 April.

Kemungkinan pertama, lanjut Yudo, cairan minyak itu berasal dari tangki kapal yang mengalami keretakan sehingga kebocoran terjadi.

"Jadi kalau masuk ke dalam terus kemudian kondisi blackout dengan kedalaman 500-700 itu bisa (bocor)," jelas Yudo.

Kemungkinan kedua, lanjut dia, berasal dari segala jenis cairan yang sengaja dibuang oleh kapal. Tujuannya untuk meringankan bobot kapal agar tidak tenggelam lebih jauh.

"Apabila itu masih bisa melayang di kedalam 50-100 meter, kemungkinan ABK membuang bahan cair yang ada di situ, di situ ada oli ada minyak, itu dibuang harapannya untuk mengapungkan kapal, meringankan berat kapal selam," ungkap dia.

3. Pastikan Tak Ada Malfungsi

Dia pun meyakin tak ada malfungsi pada kapal selam produksi Jerman tersebut. Menurut Yudo, uji kelayakan terhadap KRI Nanggala-402 telah dilakukan sesuai prosedur dan jadwal yang berlaku.

"Kapal sudah di docking bulan Januari 2020, docking di PT PAL, sehingga masih sangat layak," kata Yudo saat jumpa pers di Bali yang disiarkan secara daring, Kamis, 22 April.

Yudo menambahkan, usia kapal yang terbilang tua jika dihitung dari tahun pembuatan tidak menjadi masalah. Sebab, dia menegaskan TNI AL selalu melakukan peremajaan rutin terhadap alutsistanya.

"Kita akan sesuaikan life of time dari kapal tersebut, kalau kondisi bagus dan bisa kita rawat tentu akan kita rawat dengan baik, karena di TNI AL itu perawatan kapal ada fase-fasenya," jelas Yudo

4. Dalam Kondisi Siap Tempur

KSAL juga menegaskan, bahwa kondisi Kapal Selam KRI Nanggala-402 sangat prima. Tercatat, dari rekam jejaknya, kapal produksi Jerman tersebut sudah pernah melakukan belasan uji tembak torpedo dan berjalan sukses.

"Kapal ini riwayatnya sudah menembak torpedo kepala latihan ini 15 kali dan menembak torpedo kepala perang itu 2 kali dan sasarannya kapal eks KRI dan dua-duanya tenggelam," kata Yudo saat jumpa pers di Bali yang disiarkan daring, Kamis, 22 April 2021.

Atas catatan tersebut, lanjut Yudo, dipastikan KRI Nanggala-402 ada dalam kondisi prima saat melakukan latihan pada Rabu 21 April 2021.

"Jadi KRI Nanggala ini dalam kondisi siap tempur, sehingga kita kirim, libatkan untuk latihan penembakan torpedo kepala latihan maupun kepala perang," kata dia.

 

Cinta Islamiwati

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓