Satgas: Sebaran Varian Baru Covid-19 Ditemukan Hampir di Seluruh Provinsi

Oleh Liputan6.com pada 22 Apr 2021, 16:41 WIB
Diperbarui 22 Apr 2021, 16:41 WIB
Gambar ilustrasi Virus Corona COVID-19 ini diperoleh pada 27 Februari 2020 dengan izin dari Centers For Desease Control And Prevention (CDC). (AFP)
Perbesar
Gambar ilustrasi Virus Corona COVID-19 ini diperoleh pada 27 Februari 2020 dengan izin dari Centers For Desease Control And Prevention (CDC). (AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Juru bicara Satuan Tugas Penanganan (Satgas) Covid-19, Wiku Bakti Bawono Adisasmito mengatakan hampir seluruh provinsi di Indonesia memiliki varian Covid-19. Saat ini, ada lima varian Covid-19 yang telah masuk ke Indonesia.

"Saat ini saja sebaran varian (Covid-19) sudah hampir ditemukan di seluruh provinsi di Indonesia," katanya dalam konferensi pers yang disiarkan melalui YouTube BNPB Indonesia, Kamis (22/4/2021).

Wiku menyebut, sebaran varian Covid-19 di Indonesia mendominasi provinsi yang memiliki kota besar. Seperti Jawa Barat, DKI Jakarta dan Jawa Timur.

"Mendominasi di provinsi yang memiliki kota-kota besar berpenduduk padat," ujarnya.

Wiku menambahkan, pemerintah terus memperketat pintu masuk seperti pelabuhan dan bandara untuk mencegah bertambahnya varian baru Covid-19. Terlebih, jelang Lebaran Idul Fitri 2021, warga negara Indonesia (WNI) yang berada di luar negeri diprediksi akan kembali ke tanah air.

"Pada prinsipnya, mekanisme penapisan yang akan dilalui WNI yang masuk ke Indonesia dilakukan secara berlapis di tempat pemeriksaan imigrasi maupun pos lintas batas baik tradisional maupun internasional sebagaimana yang sudah dijelaskan dalam SE Satgas Nomor 8 Tahun 2021," jelasnya.

Sebelumnya, Satuan Tugas Penanganan Covid-19 mengungkap sejumlah varian Covid-19 yang telah masuk ke Indonesia. Varian Covid-19 hasil mutasi dari SARS-CoV-2 yang pertama kali terdeteksi di tanah air yakni D614G.

Ketua Bidang Data dan Teknologi Informasi Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Dewi Nur Aisyah mengatakan varian D614G pertama kali terdeteksi di Inggris dan Nigeria pada Desember 2020. Varian itu masuk ke Indonesia pada April 2020.

"D614G ini cukup banyak ditemukan di Indonesia yaitu sudah 819 kasus," katanya dalam Rapat Koordinasi Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Senin, 19 April 2021.

Kedatangan varian D614G disusul B11282 atau P2. Varian P2 pertama kali ditemukan di Brasil pada April 2020 dan sudah mulai terdeteksi ada di Indonesia sejak September 2020.

"Kita sudah menemukan sebanyak 38 kasus terkait varian ini," jelasnya.

 

2 dari 3 halaman

Varian Baru Asal Inggris

Ilustrasi Covid-19
Perbesar
Ilustrasi Covid-19 (Foto: Shutterstock By CrispyPork)

Empat bulan berikutnya atau Januari 2021, Indonesia kembali mendeteksi varian baru Covid-19 yakni B117. B117 pertama kali ditemukan di Inggris pada 20 September 2020. Varian ini sudah menginfeksi 10 orang di tanah air.

"Saat ini sudah terdapat 10 kasus di mana di Jakarta 3, Jawa Barat 2, Sumatera Utara 2, Sumatera Selatan 1, Kalimantan Selatan 1 dan Kalimantan Utara 1," paparnya.

Pada bulan yang sama, varian B11283 atau dikenal dengan P3 berhasil menembus Indonesia. Varian ini pertama kali terdeteksi di Filipina dan Jepang. Dewi menyebut, varian P3 sudah menjangkiti 11 orang di Indonesia.

Varian Covid-19 yang terakhir kali terdeteksi di Indonesia yaitu E484K. Varian ini pertama kali terdeteksi di Inggris dan Nigeria pada Desember 2020 dan ditemukan di Jakarta pada Februari 2021. "Untuk E484K ini baru ada satu kasus di Indonesia, baru terdeteksi satu kasus tepatnya," tandasnya. 

 

Reporter: Titin Supriatin

Sumber: Merdeka.com

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓