Kemendikbud: Tidak Ada Niat Hilangkan KH Hasyim Asy'ari Sebagai Tokoh Sejarah

Oleh Nila Chrisna Yulika pada 21 Apr 2021, 01:12 WIB
Diperbarui 21 Apr 2021, 01:12 WIB
Masjid Raya Jakarta
Perbesar
Aktivitas warga di sekitar Masjid Raya KH Hasyim Asyari Jakarta, Senin (29/5). Di hari ketiga Ramadan belum nampak kegiatan menonjol yang diadakan saat menanti datangnya waktu berbuka puasa. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Liputan6.com, Jakarta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menegaskan tidak ada niat untuk menghilangkan peran pendiri Nahdlatul Ulama KH Hasyim Asy’ari dalam kamus sejarah.

"Kesimpulannya, terjadi keteledoran yang mana naskah yang belum siap kemudian diunggah ke laman Rumah Belajar. Tidak ada niat untuk menghilangkan KH Hasyim Asy'ari sebagai tokoh sejarah dalam buku tersebut," ujar Dirjen Kebudayaan Kemendikbud, Hilmar Farid di Jakarta, Selasa (20/4/2021).

Dia menjelaskan bahwa di dalam buku yang sama juga terdapat peran dari KH Hasyim Asy'ari yang ada dalam bagian pendiri NU. Peran KH Hasyim Asy'ari disebutkan di dalam halaman lain, hanya tidak ada di dalam lema atau entry.

"Jadi, narasi menghilangkan peran KH Hasyim Asy'ari itu tidak benar. Kami mengakui memang ada kesalahan teknis dan kami memohon maaf. Kesalahan itu seharusnya tidak perlu terjadi," jelas dia seperti dikutip dari Antara.

Hilmar menjelaskan bahwa buku tersebut telah disusun pada 2017 dan risetnya melibatkan banyak pihak. Buku tersebut, sebenarnya belum selesai, namun karena pada waktu itu tahun anggaran habis, maka harus dilaporkan dan yang tidak selesai dibuatkan buku elektroniknya.

2 dari 3 halaman

Sudah Ditarik

Pada 2019, ada program mengumpulkan bahan dari masing-masing direktorat untuk diunggah ke laman Rumah Belajar. Pihaknya sudah menarik kamus sejarah tersebut dan buku sejarah lainnya. Kemendikbud akan meninjau ulang buku-buku sejarah tersebut agar kesalahan tersebut tidak lagi terjadi.

Seorang editor dari kamus sejarah tersebut, Prof Susanto Zuhri mengatakan bahwa KH Hasyim Asy'ari memang tidak ada dalam lema, tetapi ada di halaman yang lain, yakni pada laman pendiri NU.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓