4 Perkembangan Terbaru Kasus Pengeroyokan Anggota TNI-Polri di Jakarta Selatan

Oleh Liputan6.com pada 20 Apr 2021, 20:32 WIB
Diperbarui 20 Apr 2021, 20:36 WIB
Ilustrasi garis polisi. (Liputan6.com/Raden Trimutia Hatta)
Perbesar
Ilustrasi garis polisi. (Liputan6.com/Raden Trimutia Hatta)

Liputan6.com, Jakarta - Seorang anggota Brimob tewas dan anggota Kopassus TNI AD terluka dalam peristiwa pengeroyokan di Jalan Falatehan I, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan (Jaksel), Minggu, 18 April 2021.

Aksi pengeroyokan tersebut sempat viral usai diunggah di media sosial.

"Pada hari ini Minggu, tanggal 18 April 2021, sekira pukul 07.00 WIB, di pinggir jalan atau trotoar Jalan Faletehan, Kelurahan Melawai, Kebayoran Baru, Jaksel, korban diketemukan tergeletak," bunyi dalam unggahan akun Instagram @cetul.22.

Video yang diunggah tersebut juga memuat hasil rekaman Closed Circuit Television (CCTV) atau kamera tersembunyi.

Viralnya video pengeroyokan tersebut, belakangan dibenarkan oleh Komandan Komando Distrik Militer (Dandim) 0504 Jakarta Selatan Kolonel Infantri Ucu Yustiana kepada Merdeka.com.

Imbas dari pengeroyokan tersebut, sebuah kafe yang berada di dekat lokasi kejadian kini disegel.

Berikut sejumlah kabar baru lainnya dari pengeroyokan anggota TNI-Polri di Jakarta Selatan yang dihimpun Liputan6.com:

2 dari 6 halaman

1. Kafe Disegel oleh Pemprov DKI

Pemprov DKI Jakarta menyegel sebuah kafe di Jalan Falatehan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Penyegelan tersebut diduga terkait kasus pengeroyokan yang menewaskan anggota Brimob Polri dan melukai anggota Kopassus TNI AD pada Minggu pagi, 18 April.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyatakan, penyegelan kafe di Kebayoran Baru itu dilakukan karena ada pelanggaran.

"Biasanya, penyegelan oleh Satpol PP itu karena ada beberapa sebab, seperti pelanggaran protokol kesehatan, atau di situ terjadi perkelahian. Tentu ada aturannya harus disegel," kata Riza di Balai Kota Jakarta, Senin, 19 April 2021. 

Meski begitu, Riza mengaku belum mengetahui detail persoalan penyegelan oleh jajaran Pemprov DKI itu merupakan buntut insiden pengeroyokan dua orang yang merupakan anggota Kopassus dan Brimob.

"Nanti detailnya kita tanyakan pada Satpol PP," ucap Riza dikutip dari Antara.

3 dari 6 halaman

2. Menggali Kronologi Lewat Alat Bukti

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus menyampaikan, pengeroyokan tersebut terjadi di sebuah bar sekitar pukul 06.30 WIB.

"Ini masih didalami, karena itu ada korban. Ada korban dua orang, satu meninggal dunia dan satu luka berat yang sekarang masih dirawat di rumah sakit," tutur Yusri saat dikonfirmasi, Jakarta, Selasa (20/4/2021).

Sejauh ini, lanjut Yusri, penyidik masih melakukan pemeriksaan sejumlah saksi. Termasuk menggali kronologi kejadian lewat alat bukti di sekitaran lokasi terjadinya pengeroyokan.

"Yang penting diketahui di sini bahwa soliditas antara TNI-Polri itu masih solid. Oknum-oknum semua yang terlibat di sini ini akan dilakukan pendalaman oleh masing-masing kesatuannya," kata Yusri.

4 dari 6 halaman

3. KSAD Dalami Keberadaan Prajurit TNI di Lokasi Pengeroyokan

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa mengaku tengah melakukan pendalaman terkait kasus pengeroyokan anggota TNI-Polri di Jakarta Selatan.

Pendalaman tersebut, salah satunya terkait alasan keberadaan prajurit Kopassus di lokasi pada tengah malam.

"Apa yang jadi peran tindak pidana orang lain harus diproses dan kita akan kawal terus bagaimana penanganannya. Tapi di sisi lain kita juga harus jujur, prajurit kita ini ngapain di situ," tutur Andika di Puspom TNI AD, Jakarta Selatan, Selasa (20/4/2021).

Menurut Andika, pihaknya akan menangani kasus tersebut secara objektif dan melihat keseluruhannya. Pemeriksaan internal pun turut dilakukan.

"Kita terus lakukan koordinasi yang erat dengan Polres ya, atau Polda. Untuk para pelakunya, tapi secara internal juga kita terus dalami, karena mereka berada di situ tuh ngapain. Kami juga harus objektif," jelas dia.

5 dari 6 halaman

4. 6 Saksi Telah Diperiksa

Sementara itu, polisi telah memeriksa enam saksi terkait dengan kasus pengeroyokan anggota TNI dan Polri di kawasan Jakarta Selatan yang terjadi Minggu 18 April 2021 pagi.

"Sudah sekitar lima sampai enam saksi ya," tutur Direskrimum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat saat dikonfirmasi, Senin, 19 April 2021. 

Tubagus menegaskan, pihaknya masih melakukan penyelidikan atas kasus pengeroyokan tersebut. Perkara itu kini ditangani oleh Polda Metro Jaya.

"Masih didalami," kata Tubagus.

 

Dinda Permata 

6 dari 6 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓