Dukcapil Ganti 36 Ribu Dokumen Penduduk Terdampak Bencana di NTT dan NTB

Oleh Muhammad Radityo Priyasmoro pada 20 Apr 2021, 10:19 WIB
Diperbarui 20 Apr 2021, 10:19 WIB
FOTO: Kondisi NTT Usai Diterjang Banjir Bandang
Perbesar
Warga memeriksa kerusakan usai banjir bandang di Desa Ile Ape, Pulau Lembata, Nusa Tenggara Timur, Selasa (6/4/2021). Tim penyelamat terus menggali puing tanah longsor untuk mencari korban yang terkubur usai bencana banjir bandang. (AP Photo/Ricko Wawo)

Liputan6.com, Jakarta - Dirjen Dukcapil Zudan Arif mengatakan, selama sepekan bertugas Tim Tanggap Bencana Alam Banjir, pihaknya telah mengganti puluhan ribu dokumen kependudukan bagi korban banjir di beberapa wilayah di Provinsi NTB dan NTT.

"Hingga Minggu 18 April 2021 di Kabupaten Bima, Tim Tanggap Bencana Ditjen Dukcapil yang bekerja di 2 kecamatan dan 9 desa berhasil mencetak 208 keping KTP-el, 8.050 KK, 100 akta kelahiran, dan 2 akta kematian," kata Zudan dalam keterangan tertulisnya, Selasa (20/4/2021).

Menurut Zudan, total dokumen yang diganti untuk korban banjir di Kabupaten Bima adalah 8.360 dokumen kependudukan.

"Selanjutnya, dokumen yang telah dicetak diberikan kepada para Kepala Desa untuk dibagikan kepada penduduk yang menjadi korban bencana banjir," jelas Zudan.

Zudan menambahkan, Tim Tanggap Bencana Alam Banjir yang bertugas di Kabupaten Kupang, Flores Timur, Alor, dan Kabupaten Malaka Provinsi NTT sejak 10 hingga 18 April 2021 melaporkan telah mencetak sebanyak 17.812 KK, 1.436 KTP-el, 104 akta kematian, 492 akta lahir dan 126 akta kawin.

"Dengan demikian, selama sepekan bekerja di NTT, Tim Dukcapil pusat telah mencetak sebanyak 19.970 dokumen," rinci Zudan.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Saksikan Vudeo Pilihan Berikut Ini:


Kerja Keras Tim

Zudan mengaku berterima kasih atas kerja keras dan kinerja yang tinggi Tim Dukcapil. Sehingga, total 36.077 dokumen telah dibagikan kepada penduduk di sana yang terdampak bencana.

"Teman-teman semua yang sudah di sana mengorbankan waktu tidak berbuka puasa dan sahur bersama keluarga demi menolong masyarakat di sana. Semoga tetap sehat dan tetap menjaga protokol kesehatan," Zudan memungkasi.

Lanjutkan Membaca ↓

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya