DPR Minta Menkes Mediasi Peneliti Vaksin Nusantara dengan BPOM

Oleh Liputan6.com pada 19 Apr 2021, 10:35 WIB
Diperbarui 19 Apr 2021, 10:35 WIB
FOTO: Ribuan Tenaga Kesehatan Jalani Vaksinasi Dosis Pertama Secara Massal
Perbesar
Vaksinator bersiap menyuntikkan vaksin COVID-19 dosis pertama produksi Sinovac kepada tenaga kesehatan saat vaksinasi massal di Istora Senayan, Jakarta, Kamis (4/2/2021). Rencananya, sekitar enam ribu tenaga kesehatan akan mengikuti vaksinasi COVID-19 dosis pertama ini. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta Anggota Komisi IX DPR RI Saleh Daulay berharap Menteri Kesehatan bisa mediasi antara peneliti vaksin Nusantara dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Menurutnya, mediasi diperlukan agar kedua pihak bisa mengurai masalah yang ada.

"Saya yakin, mediasi itu bisa dilakukan. Menkes diminta mengambil peran untuk memfasilitasi. Para peneliti dan BPOM tentu bisa duduk bersama dengan Menkes. Apalagi, dalam rapat terakhir di komisi IX, usulan mediasi ini termasuk salah satu bagian dari kesimpulan rapat," kata Saleh kepada wartawan, Senin (19/4/2021).

Menurutnya seharusnya berkepentingan dengan ketersediaan vaksin Covid-19. Apalagi dengan situasi sedang terjadi embargo vaksin.

Sehingga diharapkan Menkes melihat pengadaan vaksin Nusantara ini. Karennaya diharapkan tidak mempersulit penelitian ini.

"Kemenkes harus memastikan tidak ada penelitian yang dipersulit. Semua harus diperlakukan sama," kata Saleh.

 

2 dari 3 halaman

Wujudkan Keinginan Presiden

Wakil Ketua Komisi IX DPR Melki Lakalena menyebut bahwa landasan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto dan para peneliti menggas Vaksin Nusantara untuk mewujudkan keinginan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Jokowi ingin vaksin Covid-19 yang bisa dijangkau dan digunakan seluruh masyarakat.

"Vaksin ini muncul sebagai bagian dari Pak Menkes waktu itu dan juga peneliti ingin menerjemahkan keinginan Pak Jokowi agar coba deh dicari kira-kira apakah mungkin kita mendapatkan vaksin yang kira-kira itu tidak hanya menjangkau kategori usia tertentu, atau kategori rakyat tertentu saja yang bisa divaksin," katanya dalam diskusi daring, Sabtu (17/4/2021).

Sebab itu kata dia para peneliti tertantang mencoba untuk mewujudkan keinginan Jokowi. Walaupun, tidak banyak yang mengetahui.

"Namanya peneliti tertangtang paket format apa menjawab kemulian Presiden ini bisa menjawab membuat vaksin bisa menjawab kebutuhan rakyat indonesia, bergerak tanpa banyak orang tau," bebernya.

 

 

Reporter: Ahda Bayhaqi/Merdeka.com

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓