Cuaca Ekstrem, Kota Tangerang Bakal Punya 115 Kampung Iklim

Oleh Pramita Tristiawati pada 17 Apr 2021, 08:54 WIB
Diperbarui 17 Apr 2021, 08:54 WIB
BMKG Minta Publik Waspada Cuaca Ekstrem
Perbesar
Warga menggunakan payung saat hujan mengguyur kawasan Jakarta, Senin (3/2/2020). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis informasi peringatan dini cuaca ekstrem yang diperkirakan berlangsung hingga Rabu (5/2/2020) mendatang. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Mengurangi dampak cuaca ekstrem, Kota Tangerang bakal bekali pengurus RT/RW di wilayahnya dan membuat ratusan Kampung Iklim. Setidaknya, ada 115 calon inisiator kampung tersebut yang sudah mengikuti pelatihan secara virtual.

“Kali ini, Pemerintah Kota Tangerang bersama seluruh inisiator menyamakan persepsi, untuk mengimplementasikan indikator Kampung Iklim, menciptakan Kota Tangerang yang bersih, hijau dan asri. Sehingga, tujuan dari Kampung Iklim bisa sama-sama kita capai,” ungkap Tihar Sopian, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang, Sabtu (17/4/2021).

Dia juga menuturkan, untuk tahun ini DLH akan membentuk atau menambah 115 Kampung Iklim untuk melengkapi 125 kampung iklim yang sudah ada. DLH juga akan mengirim, 12 kampung iklim di Kota Tangerang, untuk mengikuti lomba kampung iklim tingkat nasional.

Selain itu Tihar juga menjelaskan, melalui kegiatan ini peserta dapat meningkatkan pemahaman mengenai perubahan iklim, dan dampak yang ditimbulkannya. Sehingga, seluruh calon inisiator dapat terdorong untuk melaksanakan aksi nyata yang dapat memperkuat, ketahanan masyarakat, untuk menghadapi perubahan ikim.

2 dari 3 halaman

Kurangi Potensi Banjir

Serta memberikan kontribusi terhadap upaya, pengurangan efek gas rumah kaca.

“Program Kampung Iklim sudah membawa banyak perubahan untuk Kota Tangerang, terutama, mengurangi potensi banjir. Maka, saya harap masyarakat bisa memperkuat indikator Kampung Iklim," katanya.

Yang bisa dilakukan masyarakat mulai dari membuat lubang biopori, banyak menanam pohon, pemahaman air, pemahaman lahan perkarangan, hingga pengelolaan sampah. 

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓