Ma'ruf Amin: Bangun Ekosistem Ekonomi Syariah Nasional Untuk Tarik Pasar Global

Oleh Muhammad Radityo Priyasmoro pada 14 Apr 2021, 11:20 WIB
Diperbarui 14 Apr 2021, 11:21 WIB
Wakil Presiden Ma'ruf Amin. (Biro Pers Sekretariat Wapres)
Perbesar
Wakil Presiden Ma'ruf Amin. (Biro Pers Sekretariat Wapres)

Liputan6.com, Jakarta Wakil Presiden Ma'ruf Amin memandang, sebagai negara berpenduduk muslim terbesar di dunia, Indonesia memiliki potensi besar dalam mengembangkan ekonomi syariah dan menjadi pusat produsen produk halal dunia. Karena itu, Ma'ruf meyakini ekosistem syariah berkesinambungan perlu dibangun.

"Agar ekosistem ekonomi dan keuangan syariah dapat berkembang baik secara nasional maupun global," kata Ma'ruf dalam program Economic Challenges Special Ramadan yang dilakukan secara virtual, melalui keterangan pers diterima, Rabu (14/4/2021).

Ma'ruf menambahkan, ekosistem akan dibangun melalui industri halal, sistem keuangannya dan para pelaku usaha muslimnya. Tugas ke depan, adalah dengan mengembangkan baik di pasar Indonesia dan pasar global melalui empat strategi.

Ma'ruf merinci, strategi pertama, adalah dengan pembangunan kawasan industri halal atau Halal Industrial Park (HIP). Kedua, melalui penggabungan tiga bank syariah milik negara menjadi Bank Syariah Indonesia.

"Strategi ketiga, adalah dengan melakukan optimalisasi pengelolaan dana sosial, terakhir, dengan mendirikan pusat-pusat pelatihan dan pengembangan bagi para pelaku bisnis syariah," jelas Ma'ruf.

2 dari 3 halaman

Kolaborasi Pemerintah

Ma'ruf menambahkan, pemerintah saat ini juga telah berperan dengan melakukan strategi kolaborasi antar organisasi dengan pemangku kepentingan yang memiliki kendali untuk mengakselerasi pengembangan ekonomi syariah.

"Semua pemangku kepentingan ini menjadi satu-satu kesatuan yang saya katakan sifatnya collaborative work ya, kerja kolaborasi yang semuanya bekerja bersama-sama memajukan ekonomi dan keuangan syariah," urai Ma'ruf.

Terakhir, Ma'ruf menegaskan bahwa seluruh strategi yang sudah diterapkan oleh pemerintah ini baru akan berjalan baik apabila ada partisipasi aktif dari seluruh pihak terkait.

"Jadi saya mengimbau agar masyarakat dan seluruh jajaran memberikan kontribusi aktifnya untuk mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia," dia menandasi.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓