JK: DMI Akan Siapkan Berapa pun Masjid untuk Tempat Vaksinasi Covid-19

Oleh Liputan6.com pada 09 Apr 2021, 18:18 WIB
Diperbarui 09 Apr 2021, 18:18 WIB
Jusuf Kalla
Perbesar
Ketua Umum PMI Jusuf Kalla (JK) meminta partisipasi masyarakat dan pengusaha memerangi COVID-19 yang semakin meninggi di Indonesia, terutama di wilayah DKI Jakarta di sela sela perayaan HUT PMI ke-75 di Markas Pusat PMI, Jakarta, Kamis (17/9/2020). (Tim Komunikasi Jusuf Kalla/JK)

Liputan6.com, Jakarta Program Masjid sebagai sentra Vaksinasi Covid-19 resmi dimulai hari ini, Jumat 09 April 2021. Program ini dicanangkan Dewan Masjid Indonesia (DMI) dan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI).

Program vaksinasi covid-19 massal itu bertempat di Masjid Jami Assa'adah, Sukmajaya, Depok. Sekitar 500 peserta yang rata-rata terdiri dari lansia mengikuti program ini.

Ketua DMI, Jusuf Kalla (JK) menjanjikan DMI akan menyiapkan berapa pun masjid untuk pelaksanaan program vaksinasi Covid-19. Masjid yang bisa dijadikan sebagai sentra vaksin yakni memiliki halaman dan bangunan yang luas, serta sarana penunjang lainnya.

“DMI akan menyiapkan berapa pun masjid yang dibutuhkan untuk pelaksanaan vaksinasi Covid-19. Namun tentunya ada kriteria khusus untuk masjid-masjid yang menjadi sentra vaksinasi," kata JK saat memberikan sambutan di Masjid Jami Assa'adah, Depok, Jumat (9/4/2021).

Mantan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 itu mengatakan bahwa kunci utama untuk menang melawan Covid-19 adalah dengan membentuk herd immunity secepat mungkin. Untuk itu, dia sangat mendukung program percepatan vaksinasi.

Sehingga bukan hanya pemerintah yang memegang peranan penting dalam program percepatan vaksinasi covid-19 ini, namun seluruh elemen masyarakat wajib terlibat dalam menyukseskan program vaksinasi.

"Kalau cuman pemerintah yang kerjakan, maka tidak akan mencapai target. Harus melibatkan masyarakat, lebih cepat lebih baik agar segera membentuk herd immunity di masyarakat," kata dia.

 

2 dari 3 halaman

Masyarakat Harus Terlibat

Senada dengan JK, Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono juga mengatakan bahwa masyarakat juga harus terlibat dalam menyukseskan program vaksinasi pemerintah. Karena vaksinasi tidak bisa dimaknai hanya sekadar sebagai program, tetapi juga merupakan sebuah gerakan.

“Karena vaksinasi adalah gerakan, semua elemen masyarakat dapat terlibat. Program ini tidak eksklusif hanya menjadi tanggung jawab kementerian kesehatan” ujar Dante.

Lebih lanjut lagi, Dante menegaskan, bukan hanya masjid yang bisa menjadi sentra vaksin, namun juga sekolah-sekolah dan institusi lainnya juga bisa menjadi sentra vaksinasi Covid-19.

“Hari ini kita melihat masjid dijadikan sebagai sentra vaksin, nah sentra vaksinasi tidak hanya bisa dilakukan di masjid saja ya, di sekolah, dan lembaga institusi lainnya bisa,” tutupnya.

Reporter: Rifa Yusya Adilah

Sumber: Merdeka.com

 

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓