Wagub DKI: Kita Tidak Paksa Orang Tua yang Ragu Ujicoba Pembelajaran Tatap Muka

Oleh Ika Defianti pada 07 Apr 2021, 08:12 WIB
Diperbarui 07 Apr 2021, 08:44 WIB
Uji coba pembelajaran tatap muka hari pertama
Perbesar
Suasana hari pertama uji coba Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di SDN Kenari 08 Pagi, Jakarta, Rabu (7/4/2021). Skema yang akan diterapkan adalah pembelajaran tatap muka secara bergantian di dalam ruangan maksimum 50 persen dari kapasitas ruangan. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengaku terdapat sejumlah orang tua murid yang masih ragu dalam pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM).

"Jadi kita kembalikan kepada orang tua mana yang bersedia mana yang tidak. Kita tidak memaksakan," kata Riza di Balaikota, Jakarta Pusat, Selasa (6/4/2021). 

Riza menyatakan hal tersebut merupakan hal yang lumrah dan bentuk kekhawatiran orang tua terkait penyebaran Covid-19.

"Tentu hak orang tua mengizinkan atau tidak. Untuk itu semua keputusan kami juga mendengarkan dari para orang tua," jelas dia.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melakukan uji coba Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di 85 sekolah yang ada di ibu kota. Uji coba PTM di tengah situasi pandemi Covid-19 ini dilakukan mulai 7 hingga 29 April 2021

Uji coba ini dilakukan untuk memastikan bahwa kesehatan dan keamanan peserta didik adalah prioritas utama dalam perancangan kebijakan pelaksanaan pembelajaran tatap muka pada Juli 2021 mendatang. 

Uji coba dilakukan secara terbatas dengan sistem pembelajaran campuran (blended learning).

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Terima Banyak Rekomendasi

Uji coba pembelajaran tatap muka hari pertama
Perbesar
Siswa menjaga jaga saat akan memasuki ruang kelas pada pada hari pertama uji coba Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di SDN Kenari 08 Pagi Jakarta, Rabu (7/4/2021). Pemprov DKI Jakarta mulai melakukan uji coba pembelajaran tatap muka secara terbatas di 100 sekolah. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta, Nahdiana, menyatakan pihaknya bekerja sama dengan berbagai pihak dalam menyiapkan rencana pembelajaran tersebut. Berbagai rekomendasi pun telah diterima demi menjamin kesehatan dan keselamatan peserta didik.

"Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sangat berhati-hati dan tidak terburu-buru dalam mengambil kebijakan terkait pelaksanaan satuan pendidikan di semester genap tahun pelajaran 2020/2021. Prioritas kita semua adalah kesehatan dan keamanan peserta didik. Tentunya seluruh persiapan akan didiskusikan terlebih dahulu dan dimatangkan sebelum dilaksanakan,” katanya dalam keterangan tertulis yang diterima Liputan6.com, Selasa (6/4/2021).

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓