Teroris Kembali Muncul, Menag Minta Kampanye Moderasi Agama Digencarkan

Oleh Nila Chrisna Yulika pada 03 Apr 2021, 23:47 WIB
Diperbarui 03 Apr 2021, 23:47 WIB
Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas
Perbesar
Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas, (dok Kemenag)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas berharap Wisma Shafa Asrama Haji Sudiang Makassar dan gedung Pusat Layanan Haji dan Umrah Terpadu (PLHUT) Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan dapat difungsikan sebagai sarana syiar Islam Washatiyah (moderasi beragama).

"Islam adalah agama rahmatan lil ’alamin, agama yang mengajarkan kasih sayang Allah SWT, karunia dan nikmat yang diberikan kepada makhluknya di seluruh alam semesta," ujar Yaqut Cholil Qoumas saat meresmikan Wisma Shafa Asrama Haji Sudiang Makassar dan gedung PLHUT Kabupaten Bulukumba, di Makassar, Sabtu (3/4/2021).

Menteri Agama mengatakan teror bom di depan Gereja Katedral Makassar merupakan implikasi dari pemahaman keagamaan yang sifatnya tekstual.

Dia mengatakan, kejadian nahas itu juga menjadi tugas dan tantangan dari Kementerian Agama agar lebih giat lagi dalam mengkampanyekan moderasi beragama.

"Ini menjadi tantangan kita dan khususnya para pemuka agama agar umat tidak memahami ajaran agama secara tekstual saja. Karenanya, kampanye moderasi beragama harus gencar dilakukan," katanya seperti dikutip dari Antara.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Kampanye Prokes

Kepala Kanwil Kemenag Sulsel Khaeroni di hadapan Menag Yaqut Cholil Qoumas melaporkan bahwa selama pandemi, Kanwil Kemenag Sulsel beserta jajarannya aktif menggencarkan kampanye dan sosialisasi penanggulangan COVID-19.

Bukan cuma itu, pihaknya juga aktif melakukan pembinaan dan manasik haji kepada para jamaah calon haji (JCH) melalui program manasik haji sepanjang tahun.

"Selama pandemi COVID-19 merebak, kami terus melakukan kampanye untuk tetap menerapkan protokol kesehatan demi memutus mata rantai penularan. Penerapan protokol kesehatan juga dilakukan di dalam masjid saat beberapa masjid diputuskan untuk dibuka kembali," katanya.

Selain itu, Khaeroni juga melaporkan jika posisi Sulsel saat ini dalam hal daftar tunggu masih menempati urutan pertama di Indonesia yakni sekitar 31 tahun dan Kabupaten Bantaeng menjadi Kabupaten yang memiliki daftar tunggu terlama yakni 44 tahun.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓