SMRC: PDIP Parpol dengan Dukungan Tertinggi, Disusul Gerindra dan Golkar

Oleh Delvira Hutabarat pada 01 Apr 2021, 17:52 WIB
Diperbarui 01 Apr 2021, 17:52 WIB
Megawati Ajak Kader dan Simpatisan Tidak Golput
Perbesar
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Ketua DPP PDIP Puan Maharani saat menghadiri kampanye rapat umum di Solo, Jawa Tengah, Minggu (31/3). Kampanye yang dihadiri ribuan kader PDIP Se-Jawa Tengah untuk membuktikan kader dan simpatisan bersatu. (Liputan6.com/HO/Iwan)

Liputan6.com, Jakarta - Survei nasional Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menunjukkan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) tetap menempati posisi partai politik yang paling didukung masyarakat. Sekitar 24,9 persen warga menyatakan memilih PDI Perjuangan pada Maret 2021.

"Angka ini lebih tinggi dari perolehan suara mereka pada Pileg 2019 yang mencapai 19 persen. Namun demikian terdapat penurunan dibandingkan Oktober 2020, di mana dukungan pada PDIP mencapai 27,4 persen,” kata Direktur Eksekutif SMRC Sirojudin Abbas dalam acara rilis survei daring, Kamis (1/4/2021).

Menurut Abbas, setelah PDIP, di cluster 2 ada Gerindra dan Golkar. Kedua partai ini memperoleh suara sama-sama sekitar 11,6 persen pada Maret 2021, yang menunjukkan kemiripan dengan perolehan suara pada Pemilu 2019.

“Cluster 3 diisi oleh partai-partai yang memperoleh suara antara 7-10 persen pada Pemilu 2019: PKB, Nasdem, PKS, dan Demokrat. Pada survei Maret 2021, suara Demokrat cenderung stabil, yakni di angka 7,7 persen. Sementara PKB (7,5 persen), Nasdem (4,1 persen) dan PKS (5,2 persen) cenderung lebih dinamis,” bebernya.

 

2 dari 3 halaman

PAN dan PPP

Terakhir, cluster 4 diisi oleh PAN dan PPP yang pada pemilu 2019 mendapat suara antara 4-7 persen. PAN yang pada 2019 memperoleh 6,8 persen, dalam survei Maret 2021 hanya dipilih oleh 2,5 persen warga. Sedangkan PPP yang pada Pemilu 2019 mendapat suara 4,3 persen; dalam survei ini hanya memperoleh suara 2,7 persen.

Menurut Abbas, PAN dan PPP harus cukup waspada menuju Pemilu 2024. “Bila tidak bekerja keras. PPP bisa saja tidak lolos pada 2024 seperti dialami Hanura 2019,” ujar Abbas.

Adapun survei nasional SMRC dilakukan pada 28 Februari-8 Maret 2021 dengan melibatkan 1064 responden yang dipilih secara random (acak) dan diwawancara secara tatap muka. Margin of error penelitian adalah ± 3.07 persen.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓

Tag Terkait