Usai Bertemu, Ketua Umum PPP Sebut Punya Kesamaan dengan Golkar

Oleh Lizsa Egeham pada 31 Mar 2021, 09:07 WIB
Diperbarui 31 Mar 2021, 09:28 WIB
Suharso Monoarfa Resmi Jadi Plt Ketum PPP
Perbesar
Anggota Dewan Pertimbangan Presiden, Suharso Monoarfa memberi keterangan pers di DPP PPP, Jakarta, Sabtu (16/3). Suharso Monoarfa ditunjuk sebagai Plt Ketum PPP menggantikan Romahurmuziy pasca rapat tertutup pengurus. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Suharso Monoarfa meyebut partainya dan Partai Golkar memiliki satu visi untuk merawat persatuan dan pembangunan. Hal ini disampaikan Suharso usai bertemu Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, Selasa, 30 Maret 2021.

"Seperti tadi disampaikan oleh Pak Airlangga bahwa presiden menghendaki kita melakukan re-install dari sistem pembangunan kita dan di re-install dengan sesuatu yang baru, sesuatu yang berkelanjutan, sesuatu yang beradaptasi dengan kemajuan," kata Suharso di Kantor DPP Golkar, Selasa malam.

"Kami berdua memiliki kesamaan atas pandangan-pandangan itu," katanya.

Menurut dia, Partai Golkar dan PPP akan membentuk tim untuk menyusun rencana pembangunan jangka panjang tahun 2025-2045. Adapun, kata Suharso, rencana pembangunan jangka menengah 2020-2024 kala itu juga dibidani oleh PPP dan Golkar.

"Jadi, kesamaan sejak membentuk undang-undang itu, kami ingin lanjutkan pada masa yang akan datang," ujar dia.

Sementara itu, Airlangga Hartarto mengaku pertemuan tersebut membicarakan soal pandemi Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional. Salah satunya, rencana pembangunan jangka panjang 2025-2045.

"Tentu hal-hal lain kita melihat betapa pentingnya keberlanjutan pembangunan tidak hanya dari program pemerintah tapi juga kesamaan dalam politik partai Golkar dan PPP sama sama kita partai nasionalis religius di tengah," tutur Airlangga.

2 dari 3 halaman

Bahas Pemilu 2024?

Terkait kerja sama di ranah politik untuk Pemilu 2024, Airlangga menyebut hal itu akan dibahas lebih lanjut dalam pertemuan selanjutnya. Termasuk, membuka opsi koalisi.

"Itu akan dibahas lebih lanjut. Yang penting kita kerja samakan untuk pekerjaan pemerintahan ke depan yang membutuhkan dukungan dari pemerintah maupun di parlemen, itu yang kami bahas agar perekonomian kita tumbuh di atas 6 persen di 2023," jelas Airlangga.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓

Tag Terkait