Mensos Siapkan Psikolog Pulihkan Trauma Korban Kebakaran Kilang Minyak Balongan

Oleh Mevi Linawati pada 30 Mar 2021, 07:28 WIB
Diperbarui 30 Mar 2021, 07:29 WIB
Pengungsi Korban Ledakan Hebat Kilang Minyak Pertamina Balongan Indramayu Dipindah
Perbesar
Pengungsi mulai dipindahkan ke satu titik di GOR Bumi Patra Indramayu. GOR milik Pertamina RU VI Balongan Indramayu tersebut diyakini akan lebih efektif. (Liputan6.com/Panji Prayitno)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini akan mengirim lima psikolog untuk memberi bantuan pemulihan trauma kepada para korban kebakaran kilang minyak Pertamina Balongan, di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

"Saya juga lagi kirim psikolog dari Kabupaten Temanggung, Jateng untuk ikut memberikan bantuan 'trauma healing'," kata Risma di Indramayu, saat mengunjungi pengungsi korban kebakaran kilang minyak Pertamina Balongan, Senin malam 29 Maret 2021, dikutip dari Antara.

Dia mengatakan, kebakaran yang begitu besar ini tentu membuat trauma warga sekitar, terutama yang rumahnya sangat dekat dengan lokasi kebakaran. Untuk itu, kata dia, perlu adanya psikolog yang bisa membangkitkan kembali kepercayaan warga dan melakukan pemulihan trauma kepada para korban.

"Yang paling utama untuk penanganan para pengungsi ini yaitu menghilangkan trauma," kata mantan Wali Kota Surabaya itu.

Risma menambahkan, psikolog yang didatangkan juga bukan dari Kemensos saja, akan tetapi pihak Pertamina pun sudah menerjunkan psikolog yang memberikan bantuan pemulihan trauma.

"Dari Pertamina juga sudah menyiapkan psikolog untuk memberikan trauma healing," katanya.

Mensos mengunjungi dua tempat pengungsian korban kebakaran kilang minyak Pertamina Balongan, Kabupaten Indramayu dan juga menyempatkan diri untuk berdialog dengan para pengungsi.

2 dari 3 halaman

Pengungsi Korban Ledakan Kilang Minyak Balongan Dipindah ke GOR Milik Pertamina

Kebakaran Kilang Balongan
Perbesar
Asap hitam membumbung yang berasal dari kebakaran Kilang Balongan di Indramayu, Jawa Barat, Senin (29/03/2021). Kilang Balongan milik PT Pertamina di Indramayu terbakar pada 29 Maret 2021 mulai sekitar pukul 00.45 dini hari. (merdeka.com/Arie Basuki)

Ratusan pengungsi korban ledakan hebat kilang minyak Pertamina RU VI Balongan Indramayu dipindahkan. Sebelumnya, sebanyak 785 pengungsi berada di tiga titik, yakni Pendopo Bupati Indramayu, Islamic Center Indramayu, dan GOR Bumi Patra Indramayu.

Pengungsi korban kebakaran kilang minyak Balongan mulai dipindahkan ke satu titik di GOR Bumi Patra Indramayu. Pemindahan pengungsi ke GOR milik Pertamina RU VI Balongan Indramayu tersebut diyakini akan lebih efektif.

"Disentralkan jadi satu dipindah ke GOR Bumi Patra agar lebih efektif," kata Kalak BPBD Kabupaten Indramayu Dodi Dwi Endrayadi, Senin (29/3/2021).

Dia menjelaskan, pemindahan pengungsi atas berbagai pertimbangan. Secara taktis, kata dia, lebih mudah distribusi logistik kepada pengungsi.

Termasuk, kata dia, mendata jumlah kondisi terkini pengungsi. Selain itu, pengungsi akan lebih mudah dipantau di area GOR Bumi Patra.

"Di Bumi Patra, fasilitas umumnya lebih mendukung, mulai dari MCK sampai tempat olahraga," kata dia.

Menurut dia, pemindahan pengungsi untuk memudahkan proses koordinasi antara pemerintah daerah dengan Pertamina RU VI Balongan.

Dodi memastikan, seluruh kebutuhan warga terdampak hingga korban luka akibat ledakan kilang minyak Balongan, seluruhnya ditanggung oleh Pertamina. Sampai saat ini, pemerintah daerah terus melakukan pendataan terkait jumlah kerugian.

"Karena ini bukan bencana alam, jadi bukan tanggung jawab sepenuhnya pemerintah," katanya.

 

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓