Anggota DPRD Sebut DKI Anggarkan Rp 400 M untuk Commitment Fee Formula E 2021

Oleh Ika Defianti pada 25 Mar 2021, 11:35 WIB
Diperbarui 25 Mar 2021, 11:35 WIB
Konvoi Kendaraan Listrik Sambut Formula E 2020
Perbesar
Mobil BMW i8 Roadster, i8 Coupe dan BMW i3s mengawal konvoi mobil listrik jelang jadwal pelaksanaan balap mobil listrik atau Formula E 2020 di kawasan Sudirman, Jakarta, Jumat (20/9/2019). Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memimpin konvoi kendaraan listrik. (Liputan6.com/Fery Pradolo)

Liputan6.com, Jakarta - Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta Ima Mahdiah menyebut Pemprov DKI Jakarta telah menganggarkan dana sebesar Rp 400 miliar untuk commitment fee Formula E tahun 2021.

"Terakhir yang saya tahu Rp 300 miliar, untuk yang Formula E 2020. Tahun ini sekitar Rp 400 (miliar) untuk Formula E, kalau kita lihat banyaknya commitment fee," kata Ima saat dihubungi, Kamis (25/3/2021).

Anggaran commitment fee sempat menjadi pro kontra karena penyelenggaraan balap mobil listrik tersebut ditunda akibat pandemi Covid-19.

Ima juga mengaku menyayangkan dalam kontrak tersebut tidak ada perjanjian penarikan kembali commitment fee saat keadaan tertentu. Sebab, menurut dia, besaran anggaran tersebut dapat digunakan untuk penanggulangan Covid-19.

"Karena tidak ada klausul force majure itu, makanya tidak bisa dikembalikan," ucap Ima.

Selain itu, politikus PDIP Perjuangan itu mengaku agak pesimistis penyelenggaraan Formula E dapat menguntungkan Pemprov DKI Jakarta.

"Saya agak pesimistis kalau Formula E akan dapat profit," jelas Ima.

 

2 dari 3 halaman

Pastikan Tidak Hangus

Sementara itu, Project Director Sportainment PT Jakarta Propertindo (Perseroda) M Maulana menyatakan dana yang sudah dikeluarkan oleh Pemprov DKI untuk penyelenggaraan balap mobil listrik atau Formula E tidak hangus.

Kata dia, saat ini penyelenggaraan tersebut tidaklah batal, hanya saja ditunda pada 2022.

"Dana tersebut tidak hangus, karena Jakarta Eprix ditunda hingga tahun 2022. Maka uang yang sudah dibayarkan akan digunakan untuk event di tahun 2022," kata Maulana dalam keterangan tertulis, Rabu (24/3/2021).

Dia menjelaskan bila commitment fee merupakan suatu yang lazim dibayarkan oleh kota yang akan menjadi tuan rumah kejuaraan internasional. Lalu, Maulana mencotohkan dalam penyelenggaraan Formula 1 commitment fee yang perlu dibayarkan itu bisa mencapai 40 juta dollar US atau sekitar Rp 547 miliar untuk kota di luar Eropa.

Commitment fee dalam Formula E, lanjut dia, akan dikembalikan berupa pembiayaan logistik acara, biaya penginapan para pembalap dan timnya yang jumlahnya hampir 2.000 orang.

"Pembuatan tribun acara, hadiah bagi para pemenang, biaya sertifikasi event ini agar sesuai dengan standar Internasional, termasuk juga airtime televisi internasional yang menyiarkan kegiatan ini secara langsung, di mana wajah Jakarta akan tampil di dalamnya dan menjadi sorotan dunia," papar Maulana.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓