4 Isu Penting yang Dibeberkan Megawati di Acara Peluncuran Buku

Oleh Maria Flora pada 25 Mar 2021, 08:37 WIB
Diperbarui 25 Mar 2021, 09:08 WIB
Megawati Sukarnoputri
Perbesar
Ketua Umum DPP PDIP, Megawati Sukarnoputri (Liputan6.com/Helmi Fitriansyah)

Liputan6.com, Jakarta Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri mengungkap sejumlah hal saat peluncuran bukunya Merawat Pertiwi, Jalan Megawati Soekarnoputri Melestarikan Alam, Rabu, 24 Maret kemarin.

Tak hanya soal bahaya stunting pada anak, Megawati juga angkat suara terkait isu jabatan presiden tiga periode. 

Seperti diketahui, kabar ini sempat bergulir liar kepermukaan usai politikus Amien Rais mengatakan ada ada dugaan skenario memperpanjang masa jabatan presiden menjadi tiga periode. Salah satunya dengan menggelar sidang istimewa Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR).

Terkait kabar tersebut, Mega pun angkat suara. Menurutnya, mereka yang membawa isu tersebut hingga mencuat kepermukaan, maka dialah yang sebenarnya menginginkan jabatan presiden menjadi tiga priode jika terpilih kelak.

"(Jokowi) berkeinginan katanya 3 periode. Yang omong itu yang kepingin sebetulnya. Siapa tahu suatu saat dia bisa 3 periode," kata Megawati, Rabu, 24 Maret di di Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat.

Berikut deretan sejumlah isu penting di Tanah Air yang menjadi perhatian Megawati saat peluncuran buku barunya: 

2 dari 7 halaman

Bela Jokowi soal Isu Jabatan Presiden 3 Periode

Putu Merta Suryaputra/Liputan6.com
Perbesar
Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri. (Putu Merta Suryaputra/Liputan6.com)

Megawati Soekarnoputri membela Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait tuduhan akan mengamendemen UUD 1945 untuk mengubah masa jabatan presiden dari dua periode menjadi tiga periode.

Menurut Megawati, tudingan demikian tak berdasar. Sebab aturan main sudah ada di dalam konstitusi. Selain itu, presiden tak bisa begitu saja mengubah isi UUD 1945. 

"Memang presiden bisa mengubah keputusan secara konstitusi? Kan tidak. Kan tidak," kata Megawati.

Megawati menyinggung hal itu karena dia justru ingin mendorong agar kader-kader PDIP yang duduk di eksekutif maupun legislatif tak menyia-nyiakan waktunya selama menjabat.

3 dari 7 halaman

Sedih Banyak Kader yang Terkena Korupsi

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri Saat Memberikan Arahan di Sekolah Partai Gelombang II
Perbesar
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri Saat Memberikan Arahan di Sekolah Partai Gelombang II (Foto: Dokumentasi PDIP).

Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri mengajak kadernya belajar memelihara alam. Menurutnya, hal itu bermanfaat untuk masyarakat dibanding sekedar berpolitik mencari uang untuk diri sendiri hingga salah jalan.

"Kalau sekedar mencari uang, akhirnya bisa salah jalan. Saya sendiri merasa sedih jika ada anggota kita kena korupsi. Kenapa tak berpikir lebih baik kita menanam pohon? Yang di jalan saja. Murah meriah, tak perlu beli, wong tinggal ambil saja dan dipelihara," katanya saat peluncuran buku Merawat Pertiwi, Jalan Megawati Soekarnoputri Melestarikan Alam, Rabu, 24 Maret kemarin.

Selain itu, Presiden RI kelima itu mengajak kader PDIP belajar kehidupan dari alam sekitar. Contohnya seperti kunang-kunang, kodok, dan kupu-kupu.

"Dan tugasnya (kunang-kunang) hanya kira-kira 2 mingguan untuk reproduksi, supaya alam ini bisa dideteksi hawanya bagus apa tidak. Itu kunang-kunang," ujar Mega.

Berikutnya adalah kodok. Menurutnya, kodok akan memakan serangga dan nyamuk. Maka cukup dengan memelihara kodok, serangga berbahaya seperti nyamuk takkan menganggu.

"Tak usah disemprot. Kodok itu adalah petugas semprot alam. Pelihara saja kodok banyak. Jentik akan dimakan kodok. Ketika mulai jadi nyamuk, akan dimakan kodok," kata Megawati.

4 dari 7 halaman

Mega Minta Para Ibu Berhenti Beri Makan Anak Mi Instan

Jokowi - Ma'ruf Hadiri Pembukaan Rakernas PDIP
Perbesar
Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menyampaikan pidato saat pembukaan Rakernas I dan HUT ke-47 PDIP di JIEXPO Kemayoran, Jakarta, Jumat (10/1/2020). Rakernas ini bertajuk 'Solid Bergerak Wujudkan Indonesia Negara Industri Berbasis Riset dan Inovasi Nasional'. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Mega pun menyoroti bahaya stunting atau gizi buruk yang terjadi di Tanah Air. Kepada para orangtua, khususnya para ibu, dia meminta untuk berhenti memberikan anak-anaknya mi instan.

Meg meminta agar para ibu di Indonesia belajar betul-betul terkait pemenuhan gizi yang baik untuk anak.

"Coba buka yang namanya porang, itu gampang sekali di Google. Berunding lah kalian. Makanan sebegitu banyak, berhentilah memberi anak kalian itu mi. Tapi mie shirataki boleh. Karena ini dari porang," kata Megawati.

Presiden Kelima RI itu menjelaskan, Indonesia menghadapi tantangan stunting atau gizi buruk. Padahal kata Megawati alam Indonesia sangat kaya serta subur, sehingga banyak bahan pangan lain yang bisa diperoleh.

"Jadi bukan mi yang lain. Dari sisi kesehatan diberitakan bahwa anak stunting banyak. Ibu harus bergerak hatinya dengan keadaan itu. Coba ini jadi gerakan, ibu belajar gizi, kenapa anak stunting, kenapa anak anemia? Anemia itu darahnya tak sehat suka bikin lemas, masa ibu tak tergerak? Bangsa kita ini jadi bangsa apa nanti?" kata Megawati.

Ia menyarankan agar rakyat Indonesia sebaiknya benar-benar mengembangkan 10 makanan pendamping beras. Megawati mengaku sangat sedih karena bahan pangan seperti porang, justru diolah oleh Jepang dan menjadi beras shirataki yang menyehatkan dan bernilai ekonomis tinggi.

5 dari 7 halaman

Dorong Indonesia Berkedaulatan Pangan

Megawati
Perbesar
Megawati Soekarnoputri selaku Ketua Umum terpilih menyampaikan pidato penutup dalam Kongres V PDIP di Hotel Grand Inna Bali Beach, Sanur, Sabtu (10/8/2019). Dalam pidatonya, Megawati mengimbau seluruh kader memiliki karsa atau kekuatan jiwa yang dinamakan Tri Karsa PDIP. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Ketua Umum PDIP ini juga mendorong agar Indonesia benar-benar mewujudkan kedaulatan pangan, bukan hanya ketahanan pangan.

"Kalau ketahanan, makanan kurang, maka kita impor. Kalau kedaulatan pangan, segala yang ada di negara kita dapat kita makan, kita olah secara maksimal. Maka nanti kita bisa mengekspor bahan makanan itu," ujar Megawati.

Bagi Megawati, Indonesia memiliki alam yang kaya raya. Seharusnya, para orang pintar di negeri ini bisa menyatukan pikiran, fokus ke arah membangun negara dalam konsep kedaulatan pangan. 

Dalam konteks itu, Megawati meminta agar para kader PDIP harus secara aktif mencari ide-ide kreatif yang bisa dilaksanakan di daerah masing-masing untuk mewujudkan semangat tersebut. Tujuannya satu, supaya PDIP berperan sebagai alat perjuangan untuk mensejahterakan rakyat, bukan justru mensejahterakan diri sendiri. 

"Jangan terpaku bahwa saya anggota PDI Perjuangan, maka harus sesuai instruksi partai. Harus berpikir luas soal kehidupan di sekitar kita, apa yang kita bisa berikan," ujar Megawati. 

6 dari 7 halaman

Minta Kader Banyak Baca Buku

Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.
Perbesar
Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri saat menghadiri webinar dengan penerima Kalpataru.(Foto: Dokumentasi PDIP).

Mega pun sempat mengemukakan agar kader PDIP banyak membaca buku sehingga pengetahuannya banyak. Tak hanya sekedar dibaca, namun harus dipraktikkan di lapangan. Dengan begitu kader PDIP selalu aktif bekerja di tengah rakyat. 

"Kalian saya minta itu supaya aktif. Seperti Hendy (Wali Kota Semarang). Kalau mau jadi wali kota, mau apa kamu? Mau cari kekayaan, kekuasaan, ketenaran? Berhenti lah. Paling dua periode selesai, tak ada lagi bisa lebih dari dua periode," ujar Megawati. 

"Tugas kalian utama sebagai kader partai adalah memperjuangkan nasib rakyat," ia menambahkan.

7 dari 7 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓