Ibas Ingatkan Erick Tohir Soal Potensi Monopoli pada Holding BUMN

Oleh Delvira Hutabarat pada 19 Mar 2021, 03:30 WIB
Diperbarui 19 Mar 2021, 03:30 WIB
Ada Ibas Berseragam Garuda di Kampanye Prabowo-Hatta
Perbesar
Dari puluhan ribu pendukung Prabowo-Hatta, tampak kader Demokrat Edhi Baskoro Yudhoyono atau yang akrab disapa Ibas dengan berseragam putih berlogo Garuda di dada kanan (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas mempertanyakan alasan pemerintah mendukung potensi monopoli dengan pembentukan holding ultra mikro tiga BUMN, yakni PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Pegadaian (Persero), dan PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PMN.

Hal tersebut disampaikan Ibas dalam raker bersama Menteri BUMN Erick Thohir dan Komisi VI DPR.

"Kita ketahui bahwa pemerintah telah menghapus hak monopoli Pertamina pada tahun 2001 lalu. Lalu, mengapa pemerintah justru mendukung pembentukan monopoli kepada BRI melalui holdingisasi ini?," kata Ibas di Kompleks Parlemen Senayan, Kamis (18/3/2021).

Ibas menyebutkan holdingisasi ketiga BUMN justru berisiko mempersempit akses finansial kepada masyarakat.

"Perihal holdingisasi, apa langkah penjagaan (safeguard) yang akan diambil demi menjalin holdingisasi yang tidak mempersempit akses keuangan kepada masyarakat di tengah krisis? Bagaimana cara memastikannya?," tanya Ibas.

"Bentuk usaha monopoli cenderung menimbulkan Dead Weight Loss (DWL) dalam perekonomian melalui inefisiensi harga dan layanan kepada masyarakat. Apa langkah yang diambil untuk mencegah timbulnya DWL?," tambahnya.

2 dari 3 halaman

Pandemi Pengaruhi Kondisi UKM

Selain itu, Ibas mengingatkan bahwa pandemi mempengaruhi kondisi keuangan Usaha Kecil Menengah (UKM) di Indonesia.

"Tercatat 52,4% di antara mereka (UKM) mengaku tak lagi memiliki uang tunai dan tabungan karena bisnisnya terdampak pandemi. Lanjut dari itu, 32,8% UKM RI mengatakan bahwa uang tunai atau dana usahanya akan habis dalam sebulan," papar Ibas.

Ibas meminta apa yang dialami UKM saat ini bisa diselesaikan secepat mungkin. "Tujuan kita ini adalah memecahkan masalah tanpa masalah. Kita ingin memajukan Indonesia dengan inklusivitas ekonomi yang berkelanjutan, meningkatkan ekonomi nasional, dan membuka lapangan pekerjaan," tandasnya. 

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓