BNN Sebut Peredaran Narkoba di Masa Pandemi Meningkat

Oleh Delvira Hutabarat pada 18 Mar 2021, 12:17 WIB
Diperbarui 18 Mar 2021, 12:17 WIB
Narkoba
Perbesar
Foto: Ilustrasi

Liputan6.com, Jakarta - Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Irjen Pol Petrus Reinhard Golose mengatakan peredaran narkoba mengalami peningkatan selama pandemi Covid-19. Ia menduga menyebabnya adalah selama pandemi banyak warga yang berada di rumah saja dan akhirnya menyalahgunakan obat.

“Walaupun situasi covid sekarang ini tetapi demand masih tinggi dari masyarakat mungkin karena work from home banyak juga drug abuse from home,” ujarnya dalam rapat di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (18/3/2021).

Petrus menyebut peningkatan peredaran obat terlarang bisa dibuktikan dengan meningkatnya barang bukti.

“Contoh barang bukti sabu atau methamphetamine yang hanya diperoleh dalam tiga bulan terakhir ini Maret 2021, 808,67 kilogram atau 70,19 persen dibanding kan dengan jumlah barang bukti tahun 2020 sebanyak 1.152,2 kilogram,”ucapnya.

 

2 dari 3 halaman

Ganja Meningkat

Selain sabu, temuan bukti ganja juga mengalami peningkatan. “Barang bukti ganja sampai tahun 2021 sampai bulan Maret 2021 sebanyak 3.462,75 kilogram atau meningkat 143,64 persen dibandingkan barang bukti tahun 2020 sebanyak 2.410 kilogram,” ucapnya.

Sejauh ini, kata Petrus, BNN juga melakukan berbagai langkah pencegahan peredaran narkoba diantaranya lewat Desa Bersinar atau desa bersih jauh dari narkoba.

“Desa Bersinar, ketahanan kelurga, kampanye media sosial, serta relawan anti narkotika,” tandasnya.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓