Soal Jabatan Presiden 3 Periode, Jokowi: Jangan Buat Kegaduhan Baru

Oleh Lizsa Egeham pada 15 Mar 2021, 19:42 WIB
Diperbarui 15 Mar 2021, 19:42 WIB
Senyum Jokowi-Ma'ruf Usai Dilantik Jadi Presiden dan Wakil Presiden
Perbesar
Joko Widodo atau Jokowi (kanan) dan Ma'ruf Amin (kiri) memberi keterangan usai dilantik menjadi Presiden dan Wakil Presiden RI periode 2019-2024 di Gedung Nusantara, Jakarta, Minggu (20/10/2019). Jokowi dan Ma'ruf Amin terlihat senyum semringah usai pelantikan. (merdeka.com/Iqbal Nugroho)

Liputan6.com, Jakarta Presiden Jokowi meminta tak ada pihak-pihak yang membuat kegaduhan baru dengan memunculkan isu-isu di ruang publik. Hal ini disampaikan Jokowi menanggapi isu soal masa jabatan presiden menjadi tiga periode.

"Jangan lah membuat kegaduhan baru. Kita saat ini tengah fokus kepada penanganan pandemi," ujar Jokowi saat memberikan keterangan pers melalui Youtube Sekretariat Presiden, Senin (15/3/2021).

Jokowi menegaskan dirinya sama sekali tak berminat menjadi presiden tiga periode. Dia menekankan bahwa akan tetap mematuhi aturan UUD 1945 yang menyatakan bahwa masa jabatan presiden adalah dua periode.

"Saya tegaskan saya tidak ada niat, tidak ada juga berminat menjadi presiden 3 periode. Konstitusi mengamanahkan 2 periode. Itu yang harus kita jaga bersama-sama," tegas dia.

Wacana soal masa jabatan presiden 3 periode sebetulnya bukanlah isu baru. Isu tersebut sudah pernah menjadi perbincangan hangat pada akhir 2019 lalu. Bahkan, Jokowi juga sempat angkat bicara soal isu tersebut.

Kala itu, Jokowi dengan tegas menolak usulan jabatan presiden tiga periode dan dipilih oleh MPR. Jokowi menyatakan, sejak awal menolak rencana amandemen UUD 1945 untuk mengembalikan MPR sebagai lembaga tertinggi negara.

Dia justru menaruh curiga kepada pihak-pihak yang mengemukakan wacana masa jabatan presiden 3 periode. Jokowi menduga pihak yang tersebut ingin mencari muka atau menjerumuskannya.

"Ada yang ngomong presiden dipilih tiga periode. Itu ada tiga, menurut saya, satu ingin menampar muka saya, kedua ingin cari muka, ketiga ingin menjerumuskan. Itu saja," kata Jokowi saat berbincang dengan wartawan di Istana Merdeka Jakarta, Senin 2 Desember 2019.

 

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Sentilan Amies Rais

6 Jam Diperiksa Penyidik, Amien Rais Tebar Senyum Tinggalkan Mapolda
Perbesar
Mantan Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais usai menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (10/10). (Liputan6.com/JohanTallo)

Setelah isu ini sempat menghilang, kini mantan Ketua MPR Amien Rais menyebut adanya skenario untuk memperpanjang masa jabatan presiden menjadi 3 periode. 

Amien membeberkan langkah pertama untuk mengubah ketentuan UUD 1945 terkait masa jabatan presiden dari 2 menjadi 3 periode yakni, dengan menggelar sidang istimewa Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR).

Sidang istimewa itu untuk mengubah beberapa pasal. Setelah itu, akan ditawarkan pasal baru soal seseorang bisa dipilih menjadi presiden untuk periode ketiga.

"Kalau ini betul-betul keinginan mereka, maka saya kira kita sudah segera bisa mengatakan innalillahi wa innailailhi rajiun," kata Amien dalam akun Youtubenya, Minggu 14 Maret 2021.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya