Demokrat Tuding Ada Oknum Kekuasaan Janjikan Sesuatu kepada Sponsor KLB

Oleh Liputan6.com pada 13 Mar 2021, 09:01 WIB
Diperbarui 13 Mar 2021, 09:01 WIB
KLB demokrat
Perbesar
KLB Demokrat Deli Serdang Sumut. (Liputan6.com)

Liputan6.com, Jakarta - Kepala Bakomstra DPP Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra menduga pihak yang mendanai Kongres Luar Biasa (KLB) di Deli Serdang adalah orang yang dibujuk oleh oknum kekuasaan. Ia menduga, oknum kekuasaan ini memberikan janji kepada orang yang memiliki sumber duit itu.

"Yang pasti gini, kenapa orang mau ngeluarin dana sebesar ini ya kan. Ini terjadi karena ada oknum kekuasaan," ujar Herzaky kepada wartawan, Sabtu (13/3/2021).

"Berarti ada janji ga nih kira-kira oleh oknum kekuasaan kalo dia nyelesain ini akan mendapatkan apa? Kan sesederhana itu aja," jelasnya.

Sebelumnya ada dugaan mantan Bendum Demokrat, M Nazaruddin sebagai sponsor utama KLB Deli Serdang. Dugaan itu berasal dari pengakuan mantan Wakil Ketua DPC Demokrat Kota Kotamobagu, Gerald Piter Runtuthomas yang menghadiri KLB. Ia mengungkap Nazaruddin memberikan tambahan uang Rp 5 juta kepada peserta yang marah karena tak mendapat uang sesuai janji.

Namun, Herzaky enggan berspekulasi Nazaruddin sebagai sponsor utama KLB Deli Serdang ini.

Lebih lanjut, Herzaky mengatakan orang yang mensponsori KLB ini tidak mungkin mau keluar uang jika bukan karena keterlibatan oknum kekuasan. Apalagi sponsor ini tidak mendapatkan jabatan ketua umum dari KLB.

"Kalau ga ada oknum kekuasaan siapa yang mau mengeluarkan dana sebesar ini. Dan bukan dia pula yang jadi ketua umumnya. Emang jadi ketum ini akan mendapatkan apa?" kata Herzaky.

Secara terpisah, Wasekjen Demokrat Renanda Bachtar menduga pihak yang menjadi sponsor adalah Moeldoko itu sendiri, serta Nazaruddin.

"Infonya sih memang sepertinya ya Pak Moeldoko. Ya selain Pak Moeldoko kan juga ada Nazaruddin," kata Renanda ketika dihubungi.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Hanya Uang Akomodasi

Sebelumnya, kubu Demokrat Pro Kongres Luar Biasa (KLB), Hencky Luntungan membantah peserta dijanjikan uang Rp 100 juta.

Menurut dia, yang dibagikan di KLB hanya ada uang akomodasi yang diberikan, dan nilainya tidak mencapai Rp 100 juta.

"Itu kan sebuah cerita yang dijadikan opini, membuktikan sebetulnya bahwa kami tidak memberikan Rp 100 juta, hanya mengembalikan uang jalan, akomodasi," kata Hencky, Selasa (9/3/2021).

Dia justru balik bertanya soal tudingan Rp 100 juta ke kader Demokrat yang hadir di KLB.

"Tidak ada Rp 100 juta, dari mana? duitnya dari mana? Saya sudah bicara dari awal bahwa tidak diberikan uang kecuali transportasi dan akomodasi serta konsumsi," ungkap Hencky.

Dia bahkan mengklaim para panitia KLB Demokrat juga patungan untuk biaya akomodasi.

"Panitia kita ini kan rata-rata pengusaha. tolong dicatat Hencky Luntungan punya perusahaan tiga," kelakarnya.

Meski demikian, dia tak mau mengungkapkan jumlah yang dikeluarkan di KLB Demokrat tersebut. "Kecil besarnya itu kan normatif aja lah. Kalau saya sejak mendirikan partai ini kan juga membiayai diri sendiri dan teman-teman," kata Hencky.

Reporter: Ahda Bayhaqi

Sumber: Merdeka

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓