2 Desa di Mamuju Terisolir Sejak Januari Akibat Dikepung 27 Titik Longsor Usai Gempa

Oleh Nila Chrisna Yulika pada 13 Mar 2021, 08:20 WIB
Diperbarui 13 Mar 2021, 08:20 WIB
Basarnas menghentikan pencarian korban longsor pascagempa, di Mamuju, Sulbar. (Foto: Liputan6.com/Abdul Rajab Umar)
Perbesar
Basarnas menghentikan pencarian korban longsor pascagempa, di Mamuju, Sulbar. (Foto: Liputan6.com/Abdul Rajab Umar)

Liputan6.com, Jakarta Dua desa di Kecamatan Tapalang Mamuju, Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat, masih terisolir akibat longsor menutup jalan setelah gempa terjadi di Mamuju.

"Desa Bela dan Kopeang masih terisolir akibat gempa yang terjadi pada 15 Januari 2021 dan mengguncang sejumlah wilayah di Kabupaten Mamuju dan Majene," kata Bupati Mamuju Sutinah Suhardi di Mamuju, Jumat, 12 Maret 2021 kemarin.

Ia mengatakan, terdapat 27 titik longsor yang membuat Desa Bela dan Kopeang sulit diakses sehingga daerah itu menjadi terisolir.

Menurut dia, pemerintah di Mamuju akan tetap memberikan perhatikan dan membangun kembali fasilitas di kedua wilayah tersebut.

"Desa Bela dan Kopeang terletak di pegunungan Mamuju sekitar 35 kilometer dari jalur trans Sulawesi kecamatan Tapalang, untuk menuju daerah itu cukup sulit harus melalui gunung jurang dan jalan berliku, dan kini diperparah dengan banyaknya titik longsor," katanya seperti dikutip dari Antara.

2 dari 3 halaman

Beri Bantuan Logistik Pakai Helikopter

Oleh karena itu, ia mengatakan, pemerintah di Mamuju memberikan bantuan logistik dengan menggunakan pesawat helikopter untuk masyarakat daerah itu, agar terbantu memenuhi kebutuhan hidupnya selama wilayahnya terisolir.

"Kami prihatin melihat kondisi masyarakat yang terisolir dan rumahnya dirusak gempa, setelah kunjungan ini, kami kami akan kesana lagi memberikan perhatian pembangunan kepada masyarakat," katanya. 

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓