Nasdem Sebut Pertemuan Surya Paloh-Airlangga Hartarto Sebagai Pemanasan 2024

Oleh Muhammad Radityo Priyasmoro pada 10 Mar 2021, 17:17 WIB
Diperbarui 10 Mar 2021, 17:21 WIB
Suasana Sidang Pelantikan Ketua dan Wakil Ketua MPR
Perbesar
Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto berbincang dengan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh pada Rapat Paripurna MPR di kompleks parlemen, Jakarta, Kamis (3/10/2019). Bambang Soesatyo resmi menjadi Ketua MPR periode 2019-2024. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta - Ketua DPP Partai Nasdem Willy Aditya membongkar isi pertemuan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto dengan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh. Pertemuan tersebut berlangsung beberapa waktu lalu di Kepulauan Seribu.

"Kunjungan Ketum PG (Partai Golkar) ke Kaliage bertemu Pak Surya adalah bentuk silaturahmi antara abang dan adik, sesama saudara. Kunjungan tersebut lebih pada relasi kultural karena susana perpolitikan," kata Willy dalam keterangan tertulis diterima, Rabu (10/3/2021).

Willy menilai, silaturahmi politik antarketua umum Partai Nasdem dan Golkar adalah keharusan. Dia meyakini dialog dan rembuk adalah kekuatan utama membangun soliditas.

"Pertemuan ini merawat kelenturan politik kita biar tidak semua menjadi formal dan kaku," kata Willy.

Willy merinci, pertemuan keduanya di Kepualauan Seribu bukanlah yang kali pertama. Sebelumnya, kedua ketua umum sudah melakukan kunjung sapa ke markas DPP masing-masing partai.

"Partai Golkar datang ke Gondangdia dan Nasdem datang ke Slipi. Jadi jika ada pembicaraan yang bersifat strategis tentu bukanlah hal yang baru, karena sebelumnya kedua pihak juga sudah saling berkunjung," jelas Willy.

Menyinggung langkah strategis, Willy tidak menampik jika keduanya sudah melakukan pemanasan untuk 2024. Hal itu untuk membangun frekuensi yang sama antara kedua pucuk pimpinan.

"Membangun frekuensi yang sama dalam menjalankan strategi politik untuk ke depan. Jadi ini baru warming up (pemanasan)," urai Willy yang juga pimpinan Baleg DPR RI.

2 dari 3 halaman

Membuka koalisi pada 2024

Willy melanjutkan, pada 2024 diketahui syarat pencalonan presiden adalah 20 persen sebagai ambang batas partai. Sementara ini, Nasdem baru memiliki sekitar separuhnya.

"Tentu terbuka opsi dengan parpol lain karena politik suatu yang dinamis, maka pekerjaan rumah dari konvensi adalah koalisi dengan mengedepankan komunikasi politik lintas parpol dan di sanalah kekuatan Ketum kita Pak Surya Paloh," tutur Willy.

Willy menekankan, politik adalah jalan untuk terus memberikan harapan pada publik, untuk terus menemukan cara baru dan juga orang-orang baru. Sehingga, pesimisme bisa disimpan sedalam-dalamnya.

"Pak Surya Paloh memiliki virtue untuk kepentingan yang lebih besar. Beliau rela mengorbankan egonya, serta visionernya untuk anak-anak bangsa yang di luar partai," tandas Willy.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓